Page 40 - index
P. 40
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
Teori kritis yang dikembangkan Horkheimer dan kawan-kawan se-
sungguhnya didorong oleh keinginan untuk beremansipasi dan me-
rombak falsafah praktik sosial demi membangkitkan semangat untuk
mengubah keadaan untuk mencapai masa depan yang lebih baik. De-
ngan kata lain, Horkheimer dan Marcuse memunculkan pemikiran dan
teori Neo-Marxian sebagai suatu teori yang terus-menerus menyadari
konteks sosial yang sudah memunculkannya dan konteks praktis peng-
Prenada Media Group
aplikasiannya.
Theodor Adorno, misalnya salah satu teoretikus Neo-Marxia n dari
Mazhab Frankfurt yang melahirkan teori tentang “masyarakat satu di-
mensi,” yang intinya merupakan teori yang hendak menjelaskan me-
ningkatnya kekuatan kapitalisme atas berbagai aspek kehidupan sosial
dan berkembangnya bentuk-bentuk baru kontrol sosial, terutama yang
berkaitan dengan munculnya apa yang disebut dengan industri kebu-
dayaan—suatu struktur rasional dan birokratis yang mengendalikan ke-
budayaan modern (Kuper & Kuper, 2000: 375). Menurut Adorno, ben-
tuk-bentuk teknologi, mode-mode baru pengorganisasian produksi,
k k k sosial,
meng hasilkan masyarakat satu dimensi tanpa pertentangan. Sementara
itu, Marcuse menyatakan bahwa masyarakat industri maju mengintegra-
sikan dan menyerap semua kekuatan pendatang, sehingga kondisi-kon-
disi yang menyebabkan konlik antarkelas maupun antar-individu dan
masyarakat lenyap tanpa bekas pada waktu realitas objektif eksploitasi
dan ketidakadilan menguat.
Berbeda dengan Marxisme Orthodoks yang lebih banyak berkutat
mengkaji aspek materialisme dan bergerak di level ekonomi, di bawah
arahan Adorno teori kritis berkembang mengkaji di ranah kultural
atau di aspek suprastruktur. Di mata teoretisi kritis, perkembangan in-
dustri kebudayaan yang melahirkan produk-produk industri budaya
dan budaya massa atau budaya populer, bukan hanya dinilai sebagai
hasil rekayasa kekuatan komersial yang kapitalistik, melainkan juga
berdampa k me ngendalikan, menciptakan sesuatu yang serba palsu ke-
timbang sesuatu yang riil. Menurut Adorno dan Horkheimer, industri
ke budayaan merupakan organ-organ penipu massa yang memanipulasi
individu untuk menerima pengorganisasian masyarakat secara umum.
28

