Page 38 - index
P. 38
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
anggap esensi terhadap suatu entitas tertentu sebagai satu-satunya ke-
benaran mutlak.
Dalam pemikiran Marxisme yang selama ini berkembang, kita keta-
hui bahwa asumsi dasar yang mereka yakini yaitu bahwa basic ekonomi
menentukan suprastruktur (ideologi, politik, pendidikan, budaya, dan
lain sebagainya). Tetapi, berbeda dengan Marxisme yang melihat gerak-
an buruh semata hanya sebagai gerakan ekonomi dan perjuangan kela s
Prenada Media Group
untuk melawan majikan, Gramsci dan para pengikutnya memahami
bahwa yang namanya gerakan buruh itu sesungguhnya lebih luas dari
sekadar persoalan ekonomi, karena bukan tidak mungkin di dalamnya
melibatkan diri dalam bentuk civil right movement, women movement, ge-
rakan masyarakat adat, gerakan pecinta lingkungan dan lain sebagai-
nya. Artinya, di mata Gramsci gerakan buruh sesungguhnya merupakan
bagian dari gerakan civil society dalam arti yang luas.
Kedua, pemikiran yang dikembangkan Gramsci selama di penjara
pada dasarnya juga merupakan kritik terhadap kecenderungan positivis-
tik dan mekanistik pada pengikut Marxisme Ortodoks, terutama teori
mereka mengenai perubahan sosial dan revolusi.
Berbeda dengan Marxisme yang melihat perubahan akan terjadi se-
cara linier dan revolusi akan terjadi ketika mekanisme eksploitatif yang
dikembangkan kekuatan kapitalisme sudah tidak lagi dapat ditoleransi,
Gramsci menunjukkan bahwa formasi kapitalisme yang eksploitatif dan
penindasan rezim fasisme Mussolini ternyata tidak otomatis melahirkan
revolusi sosial, dan bahkan sebaliknya justru terjadi gejala menguatnya
deproletarisasi, di mana kaum buruh justru mengembangkan sikap ke-
tertundukkan, rela menerima penderitaan, dan tidak melakukan aksi
revolusi terhadap tekanan rezim Mussolini karena adanya hegemoni.
Teori Gramsci tentang hegemoni ini sesungguhnya merupakan antitesis
terhadap teori Marxisme yang positivistik.
Kedua, teoretisi Neo-Marxis yang tergabung dalam kelompok
Mazhab Frankfurt yang notabene merupakan teoretisi kritis generasi
pertama. Mazhab Frankfurt, yang dimotori Max Horkheimer, Theodor
Adorno, Marcuse, div
neo-Marxian yang sangat berpengaruh karena mengembangkan kritik
kultural terhadap masyarakat borjuis, yang dianggap menjadi korban
26

