Page 43 - index
P. 43

BaB 2  |  Karl Marx & Perkembangan Varietas Teori Neo-Marxian

            terpenting kesadaran individu, suprastruktur kultural, dan struktur eko-
            nomi.
                Salah satu teoretisi kritis yang populer, yang sebetulnya merupakan
            tokoh generasi kedua Mazhab Frankfurt, yaitu Jürgen Habermas. Jürgen
            Habermas bergabung dengan Institut Penelitian Sosial di Universitas
            Frankfurt,  yang didirikan kembali oleh Horkheimer dan Adorno,  pada
            dekade pasca-Perang Dunia II setelah mereka kembali ke Jerman. Haber-
        Prenada Media Group
            mas belajar ilsafat dan sosiologi di bawah bimbingan teoretisi Mazhab
            Frankfurt Max Horkheimer dan Theodor Adorno di Institut Penelitian
            Sosial Frankfurt.
                Dalam upaya mengembangkan teori kritis, Habermas membuka dia-
            log antara teori kritikal dan ilsafat serta teori-teori sosial lainnya, seper-
            ti aliran hermeneutik, Gadamer, teori sistem dan struktural-fungsional,
            ilmu sosial empiris, ilsafat analitis dan linguistik, teori kognitif, serta
            perkembangan kajian moral. Habermas, menurut Honneth (1987), men-
            capai premis fundamental teorinya dengan mengacu pada dan setelah
            mempelajari  ilsafat  hermeneutika  dan  analisis  bahasa  Wittgenstein;
            dari hal-hal inilah Habermas mengetahui kalau subjek-subjek manusia
            ab initio, yakni selalu siap untuk disatukan satu sama lain melalui upaya
            meraih pemahaman di dalam bahasa (Giddens & Turner, 2008: 648).
                Habermas menyintesiskan berbagai teori yang ia kaji seperti di-
            sebutkan di atas menjadi teori aksi komunikatif,  yang mewakili dasar
              ke               Marxis,  W
            dan teori kritis klasik. Tetapi berbeda dengan Marx yang terlalu mem-
            fokuskan analisisnya pada kerja sebagai hakikat manusia,  Habermas
            membeda kan pengertian kerja dan interaksi sosial. Dalam berbagai kar-
            yanya Habermas acap kali menggunakan istilah tindakan komunikatif
            untuk men  jelaskan mengapa individu dapat melakukan interaksi sosial
            dan mencapai tujuannya dengan syarat mereka dapat mengharmonis-

            (McCarthy, 2006). Berbeda dengan tujuan tindakan rasional—bertujuan
            yang ha nya untuk mencapai satu sasaran, tindakan komunikatif adalah
            untuk mencapai pemahaman komunikatif. Di mata Habermas, tindakan
            komunikatif merupakan landasan bagi seluruh kehidupan sosio-kultural
            maupun bagi seluruh ilmu manusia.  Tindakan komunikasi yang bebas



                                                                        31
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48