Page 37 - index
P. 37

BaB 2  |  Karl Marx & Perkembangan Varietas Teori Neo-Marxian

            cam pemikiran Marx yang dinilai banyak dipengaruhi saintisme kasar
            (crude scientism) dan ekonomisme primitif; yang dimaksud saintisme
            kasar adalah keyakinan kukuh dalam Marxisme yang menyatakan ada-
            nya kontradiksi inheren dalam mode produksi kapitalis yang dapat di-
            analisis  secara  ilmiah,  diprediksi,  dan  dikuantiikasikan  menurut  tiga
            hukum kapital besi Marx, yaitu over produksi, meningkatnya penumpuk-
            an modal dan proletarisasi progresif. Gramsci juga menolak pemikiran
        Prenada Media Group
            Marx  yang  menyatakan  bahwa  di  mana  setiap  luktuasi  ideologi  dan
            politik serta merta dapat dipresentasikan dan dijabarkan sebagai eks-
            presi struktur. Dengan kata lain, Gramsci menolak keyakinan Marx pada
            keunggulan kekuatan ekonomi dan teknologi sebagai determinan per-
            ubahan sejarah.
                Gramsci sebagai seorang teoretikus Neo-Marxis disebut sebagai se-
            orang pemikir idealis-voluntaristik. Artinya, berbeda dengan Marx yang
            disebut sebagai pemikir materialisme-historis,  Gramsci lebih setuju
            mengembangkan pemikiran Hegel yang menempatkan arti penting ide
            sebagai faktor kunci yang menentukan perkembangan sejarah. Gramsci
            cenderung menjadi seorang idealis-voluntaristik,  karena ia sedikit ba-
            nyak melihat dua hal yang terjadi di Eropa semasa dia hidup. Pertama,
            negara yang cenderung memerankan diri sebagai alat koersif dalam
            masyarakat kapitalis.  Kedua,  peranan ideologi dalam meyakinkan dan
            mendapatkan persetujuan masyarakat.  Disadari Gramsci,  bahwa agar
            per juangan kelas dan perubahan sosial yang dikehendaki dapat tercapai,
            maka yang terpenting dan diperlukan yaitu upaya peningkatan kesa-
            daran melalui ideologi.
                Selama mengembangkan pemikirannya,   fokus perhatian Gramsci
            yaitu pada sejumlah persoalan tertentu: hubungan elite dan massa, pe-
            ran ideologi dalam melegitimasi kekuasaan politik,  pengorganisasian
            partai,  dan pengaturan kekuatan produktif secara rasional.  Beberapa
            hal penting yang perlu dicermati berkaitan dengan perkembangan teori
            Gramsci antara lain:
                Pertama,  teori Gramsci tentang hegemoni pada dasarnya merupa-
            kan kritik terselubung terhadap reduksionisme dan esensialisme yang
            melekat dalam banyak pemikiran penganut Marxisme maupun pemikir-
            an non-Marxisme, yakni konsep pemikiran yang mereduksi dan meng-



                                                                        25
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42