Page 45 - index
P. 45
BaB 2 | Karl Marx & Perkembangan Varietas Teori Neo-Marxian
yang sama ia mengakui bahwa televisi sebagai produk dari kebudayaan
massa merupakan ancaman bagi demokasi, individualitas dan kebe-
basan (Kellner, 2010).
Pemikir teori kritis generasi ketiga, setelah Jürgen Habermas, murid
Habermas sendiri, yaitu Axel Honneth. Berbeda dengan teoretisi kritis
generasi sebelumnya yang meninggalkan dan mengkritik Marxian
Tradisional, Honneth justru kembali dan sejalan dengan perspektif
Prenada Media Group
Marxian tradisional yang memercayai bahwa teori harus mempunyai
kepentingan integratif, baik di dalam teori maupun praktik. Menurut
Honneth, yang namanya teori kritis harus mempunyai perhatian untuk
mengemansipasi orang dari dominasi dan penindasan yang mereka
alami di dunia nyata (Ritzer, 2012: 497). Honneth secara khusus menaruh
perhatian pada upaya bagaimana mengatasi struktur dominasi sosial
sumber k
melakukan transformasi praktisnya.
Berbeda dengan Jürgen Habermas yang fokus melihat tindakan
komunikatif, Honneth lebih fokus pada arti penting pengakuan klaim
identitas yang dibuat individu dan kolektivitas. Dengan mengacu pada
pemikiran Hegel, Honneth menyatakan bahwa orang pada dasarnya
membutuhkan tiga bentuk pengakuan dari orang lain. Pertama, cinta
atau kepedulian terhadap kebutuhan dan emosi seseorang. Orang akan
mendapatkan percaya diri jika menerima pengakuan tersebut. Ke dua ,
penghargaan kepada martabat moral dan hukum seseorang, yang pada
akhirnya akan menghasilkan harga diri. Ketiga, penghargaan untuk
prestasi-prestasi sosial seseorang, yang mana akan melahirkan rasa har-
ga diri. Menurut Honneth, seseorang baru akan memiliki otonomi dan
martabat sebagai manusia jika mereka telah memperoleh pengakuan
yang dibutuhkan (Ritzer, 2012: 498).
c. ProBlemA teorI Neo-mArxIAN: cAtAtAN PeNutuP
Kendati hingga saat ini pemikiran dan teori Marxis dan Neo-
Marxis tetap menarik perhatian dan menempati posisi penting dalam
perkembangan teori sosial. Namun demikian, harus diakui pemikiran
Marxis dan Neo-Marxis pun kini menghadapi problema besar yang be-
lum sepenuhnya terjawab. Bagaimana pemikiran Neo-Marxis mampu
33

