Page 44 - index
P. 44
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
distorsi atau komunikasi tanpa paksaan, merupakan kunci untuk mem-
bebaskan manusia dari dominasi, eksploitasi, dan penderitaan.
Ketika berbicara tentang tindakan komunikatif, Habermas menjelas-
kan arti penting rasionalisasi. Inti dari tindakan komunikatif yaitu ra-
sionalisasi yang akan melahirkan emansipasi, menghapus hambatan-
hambatan komunikasi agar dapat dilakukan komunikasi yang bebas dari
dominasi, bebas dari distorsi, dan terbuka. Dalam teorinya, Habermas
Prenada Media Group
menekankan rasionalitas yang inheren dalam kepentingan praktis dan
emansipatoris. Dia menegaskan bahwa dasar rasional untuk kehidup-
an bersama hanya dapat diraih ketika hubungan sosial diatur menurut
prinsip bahwa validitas konsekuensi politis tergantung pada kesepakat-
an yang dicapai dalam komunikasi yang bebas dari dominasi.
Habermas adalah seorang pembela proyek modernitas yang tidak
terlepas dari Zaman Pencerahan. Pembelaan ini didasarkan atas hal-hal
yang universal. Pencerahan, bagi Habermas, merupakan penanda kes-
adaran bahwa kemampuan berkomunikasi rasional akan membedakan
manusia dari selainnya. Habermas berpandangan bahwa dunia dewasa
ini terdiri dari ragam ideal kehidupan dan orientasi nilai yang saling
bersaing, yang karena pengaruh batas-batas bahasa dan institusi, hanya
beberapa di antaranya yang mencapai wilayah publik luas. Untuk itu,
bagi Habermas, dibutuhkan teori moral normatif. Kondisi modernitas, di
mana ideal individu begitu beragam sehingga etika tidak lagi bisa me-
maksakan suatu nilai tertentu, membutuhkan prosedur tertentu untuk
menyelesaikan konlik. Agar bisa memenuhi tuntutan moral, prosedur
dimaksud harus didasarkan pada prinsip bahwa semua manusia harus
saling menghormati sebagai pribadi yang merdeka dan setara.
Teoretisi kritis yang terkenal selain Habermas yakni Douglas Kell-
ner. Berbeda dengan Mazhab Frankfrut yang terlalu melihat domina-
si kekuatan kapitalisme, di mata Kellner yang namanya kebudayaan
massa—produk dari kekuatan industri budaya yang kapitalistik—bukan
hanya sebagai alat ideologi kapitalis, melainkan ia juga melihat televisi
sebagai bagian dari kebudayaan massa yang dikendalikan oleh kekuat-
an korporasi yang koheren: tempat di mana kekuatan ekonomi, politik,
sosial, dan budaya saling berpotongan. Kellner menolak pandangan bah-
wa kapitalisme merupakan dunia yang diatur secara total, meski di saat
32

