Page 35 - index
P. 35

BaB 2  |  Karl Marx & Perkembangan Varietas Teori Neo-Marxian

            fakta bahwa merekalah yang menghasilkan komoditas dan memberikan
            nilai komoditasnya. Nilai dipahami sebagai produk pasar yang terlepas
            dari aktor. Fetisisme (pemujaan mutlak) terhadap komoditas merupakan
            proses berpikir yang mengakui komoditas dan pasar dalam masyarakat
            kapitalis sebagai objek yang keberadaannya terlepas dari aktor. Konsep
            Marx tentang fetisisme ini merupakan basis dari konsep reiikasi Lukacs.
                Fetisisme (pemujaan mutlak) komoditas Marx dan reiikasi Lukacs
        Prenada Media Group
            berbeda pada keluasan kedua konsep tersebut.  Fetisisme Marx pene-
            rapannya (terbatas) pada lembaga ekonomi saja,  dengan konsep feti-
            sisme,  Marx menempatkan ekonomi sebagai fetish commodity,  yaitu
            p-mujaan mutlak terhadap komoditas dan pasar (lembaga ekonomi).
                f    itu,      k
            dengan memperluas fetisisme terhadap seluruh masyarakat,  negara,
            hu kum, dan sektor ekonomi. Dengan berbasis pada hubungan individu,
            fetisisme itu bisa diterapkan secara dinamis pada semua sektor ma-
            syarakat kapitalis. Struktur sosial mempunyai kehidupannya sendiri se-
            hingga struktur sosial itu mempunyai ciri objektif.
                Teori lain dari Lukacs yang memberikan kontribusi bagi perkem-
            bangan teori Neo-Marxian yaitu mengenai kajiannya tentang kesadar-
            an kelas dan kesadaran palsu. Menurut Lukacs, kesadaran kelas bukan-
            lah penjumlahan kesadaran individu, tetapi menjadi milik sekelompok
            orang yang memiliki tempat serupa dalam suatu sistem produksi. Oleh
            karena itu, bila Marx menekankan kesadaran kelas pada kelas yang tidak
            memiliki—yaitu kelas orang-orang tertindas yang bekerja pada sistem
            produksi—maka bagi Lukacs, kelas pemilik juga memiliki kesadaran ke-
            las ini. Tetapi Lukacs menyimpulkan bahwa dalam masyarakat yang se-
            luruh hubungan sosialnya didasarkan pada basis ekonomi, tak mungkin
            tercipta kesadaran kelas. Sebaliknya, ketika basis ekonomi kapitalisme
            makin jelas dan makin sederhana, maka orang semakin menyadari pe-
            ngaruhnya, setidaknya sadar akan ketidaksadarannya selama ini.
                Dengan mendasarkan isu kesadaran kelas,  Lukacs (2010: 95-156)
            membedakan beberapa kelas dalam masyarakat kapitalisme,  yaitu: (1)
            kelas borjuis kecil dan petani,  kelas ini tidak dapat mengembangkan
            kesadaran kelas,  karena ambiguitas posisi strukturalnya dalam kapi-
            talisme.  Kedua kelas ini merupakan sisa zaman feodal,  sehingga tidak



                                                                        23
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40