Page 34 - index
P. 34
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
reka terhadap positivisme dan pemikiran Marxian mekanistik yang dinilai
terlalu deterministik, dan berusaha mengoreksi ketidakseimbangan itu
dengan memusatkan perhatian pada ranah budaya (Ritzer, 2012: 478).
Beberapa varietas teori Neo-Marxian yang terkenal antara lain:
Pertama, salah satu upaya untuk membangkitkan kembali pemikir-
an Marxis, yaitu dengan cara memulihkan arti penting proses dialektika
di antara aspek subjektif dan objektif kehidupan sosial, yang kemudian
Prenada Media Group
melahirkan kelompok Marxis Hegelian yang dimotori oleh Georg Lukacs
dan Antonio Gramsci.
Marxisme Hegelian, terutama yang dimotori Georg Lukacs mencoba
mengatasi pembatasan dan keterbatasan determinisme ekonomi de-
ngan cara kembali ke hal-hal yang subjektif yang notabene merupakan
akar pemikiran Hegelian dari teori Marxis (Ritzer, 2012: 556). Artinya
Marxis Hegelian tetap menggunakan materialisme Marx, namun tidak
melepaskan idealisme Hegel. Teori ini mengkritik dan menakar kembali
pemikiran determinisme ekonomi yang terlalu bertumpu pada material
ekonomi, dengan menekankan pentingnya dialektika (sebagai proses
berpikir secara totalitas, yaitu bahwa setiap unsur saling bernegasi, ber-
kontradiksi, dan bermediasi, tidak terkecuali aspek material dan aspek
ideal) dan berusaha untuk mengembalikan dialektika antara aspek sub-
jektif dan aspek objektif kehidupan sosial.
Georg Lukacs yang lahir di Budapest, merupakan salah satu teoreti-
kus Marxis yang terkenal pada abad ke-20. Lukacs sejak awal menjelas-
kan tidak sepenuhnya menolak karya para Marxis ekonomi tentang
k reiikasi, mengembangkannya.
juga Marx, di mata Lukacs komoditas merupakan masalah sentral dan
struktural masyarakat kapitalis. Komoditas sebagai suatu masalah struk-
tural penting dalam masyarakat kapitalis, yang berbentuk barang dan
berkembang menjadi objek yang mendasari hubungan antar-orang.
R
produksi. “penurunan”
antar-“manusia”
karena kepentingan ekonomi.
Dalam masyarakat kapitalis, interaksi manusia dengan alam meng-
hasilkan produk atau komoditas, tetapi manusia sering kali mengabaikan
22

