Page 32 - index
P. 32
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
kata telah terjadi sekian banyak revisi dan reformulasi teori Marx. Di
awal-awal perkembangan teori Marxian, pusat teori dan praktik Marxis
tidak lagi terjadi di Jerman, tetapi telah berkembang melewati batas-
batas tanah kelahiran Karl Marx. Revolusi Rusia yang menyebabkan Bol-
shevik menjadi penguasa, menciptakan kondisi baru bagi perkembangan
pemikiran Marxis di luar Jerman. Lenisme dan kemudian Stalinisme
menjadi mapan sebagai ideologi resmi yang dogmatik dan berpengaruh
Prenada Media Group
secara internasional setelah berdirinya partai-partai komunis di berbagai
negara yang mencontoh Uni Soviet. Adapun Partai Demokratik Sosialis
Jerman yang terpecah dan melemah akibat perang dan kekalahan gerakan
revolusioner pada 1918-1919, kehilangan posisi utamanya sebagai pusat
teori dan praktik Marxis (Outhwaite [Ed.], 2008: 497).
Menurut John Elster (2000), ketika di masyarakat keruntuhan kapi-
talisme atau meningkatnya perjuangan kelas sebagaimana diprediksi
Marx tidak juga memperlihatkan tanda-tanda kemunculannya, pelan-
pelan mulai disadari bahwa pesona pemikiran kiri Karl Marx tidak lagi
semua dapat dipertahankan. Skema pemikiran Karl Marx mau tidak mau
harus direvisi, disesuaikan dengan perkembangan realitas di lapangan.
Sejumlah pemikiran dan teori Marx yang sudah mati, menurut Elster
(2000) antara lain: sosialisme ilmiah, dialektika materialis, teologi dan
fungsionalisme, teori ekonomi Marx, dan teori kekuatan produksi dan
hubung an produksi. Adapun pemikiran Marx yang masih hidu p antara
lain teori tentang kesadaran kelas, perjuangan kelas dan politik, me-
tode dialektika, teori alienasi, teori penindasan dan teori Marx tentang
perubahan teknologi. Berbagai pemikiran dan teori Marx yang masih
hidup inilah, yang kemudian menjadi dasar bagi perkembangan teori
neo-Marxis, seperti Lukacs, Gramsci, dan Mazhab Frankfurt (Frankfurt
School), termasuk teori kritis generasi kedua dan ketiga.
Di luar Jerman, Uni Soviet, dan China, pemikiran dan teori Marxis
berkembang pesat di negara-negara Barat. Perkembangan teori Marx-
isme di Barat, kendati di awal menghadapi berbagai problem, seperti
kegagalan revolusioner di negara kapitalis maju, kebangkitan fasisme,
meningkatnya karakter totalitarian rezim Soviet, dan serangan kritis ter-
hadap seluruh ide perencanaan ekonomi sosialis. Tetapi, dalam perkem-
bangannya kemudian—bersamaan dengan memudarnya pengaruh Uni
20

