Page 30 - index
P. 30
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
lembaga sosial, seperti keluarga dan negara relatif tidak tergantung
pada ekonomi, bahkan lembaga-lembaga itu mampu memengaruhi pe-
nyelenggaraan perekonomian.
Dalam pandangan Marx, modernitas identik dengan perkembangan
ekonomi kapitalis. Meski Marx dalam batas-batas tertentu mengakui
berbagai keberhasilan dan kemajuan yang dicapai dalam era ekonomi
kapitalis di bidang produksi, tetapi dalam buku-buku yang ditulis Marx
Prenada Media Group
acap kali melontarkan kritik yang tajam tentang cacat dan efek sam-
ping yang ditimbulkan perkembangan ekonomi kapitalis. Perkembang-
an sistem ekonomi yang digerakkan kepentingan meraih laba sebesar-
besarnya oleh kelas borjuis, dinilai Marx telah melahirkan alienasi dan
eksploitasi yang merugikan kelas buruh atau pekerja yang terpaksa
harus menerima nasib memperoleh upah yang rendah dan tidak sesuai
dengan nilai lebih yang mereka hasilkan (Campbell, 1994: 152).
Kapitalisme, di mata Marx adalah suatu struktur, atau lebih akurat-
nya serangkaian struktur, yang mendirikan penghalang antara seorang
individu dan proses produksi, produk dari proses itu, dan orang-orang
lain (Ritzer, 2012: 41). Pada akhirnya kapitalisme bahkan memecah-
mecah diri individu itu sendiri, sehingga terjadilah apa yang disebut
alienasi. Kerusakan hubungan antarmanusia dan benda yang dihasilkan,
terjadi karena kapitalisme telah berevolusi menjadi sistem dua kelas
yang eksploitatif di mana di satu sisi ada kelas proletar yang tidak me-
miliki aset produksi dan tak pula memiliki modal, sedangkan di sisi lain
ada sekelompok kecil kelas borjuis yang menguasai aset, modal, dan juga
menentukan serta menyubordinasi tenaga kerja yang berasal dari kelas
proletar.
Marx menyatakan basis kelas sosial masyarakat di era kapitalisme
terletak pada hubungan produksi dalam ekonomi (relations of product-
ion). Mereka yang memiliki dan mengontrol sarana produksi dan mampu
mengambil produk itu membentuk suatu kelas borjuis yang berkuasa,
sedangkan mereka yang hanya tergantung pada kerja mereka sendiri
membentuk kelas yang lain. Di era kapitalisme, eksistensi tenaga kerja
umumnya mengalami distorsi dari proses kerja, terutama ketika tenaga
kerja menjadi komoditas. Marx secara lebih perinci menyatakan bahwa
dalam lingkungan kerja dan hubungan produksi, tenaga kerja yang ada
18

