Page 31 - index
P. 31
BaB 2 | Karl Marx & Perkembangan Varietas Teori Neo-Marxian
umumnya akan mengalami alienasi atau keterasingan, yaitu manusia
terasing dari objek yang dihasilkan, dari proses produksi, dari dirinya
sendiri, dan terasing dari komunitas atau kelompok sosialnya. Menurut
Marx, setiap komoditas sebetulnya memiliki nilai guna komoditas, yakni
ketika barang-barang yang diproduksi digunakan sendiri atau diguna-
kan orang lain untuk bertahap hidup. Tetapi dalam era kapitalisme, se-
tiap komoditas yang sengaja dihasilkan untuk dijual ke pasar, produk-
Prenada Media Group
produk tersebut tidak hanya memiliki nilai guna, namun juga memiliki
nilai tukar (Johnson,1986: 120-159).
Di era kapitalisme, sering terjadi masyarakat yang menghasilkan
pro duk-produk industri budaya, kemudian produk itu justru dipuja sen-
diri oleh masyarakat yang menghasilkannya layaknya dewa. Marx me-
nyebut proses ini sebagai pemberhalaan komoditas (fetishism of com-
modity). Masyarakat memperlakukan komoditas yang dipuja, diburu, dan
melahirkan fanatisme yang acap kali berlebihan—yang kemudian diikuti
dengan kemunculan kelas konsumen yang cenderung berlebihan.
A. yANg suDAh mAtI DAN yANg mAsIh hIDuP
Kajian dan pemikiran Karl Marx diakui atau tidak telah memberi-
kan sumbangan terbesar bagi perkembangan teori ilmu sosial. Meski
beberapa pemikiran, konsep dan teori Marx sebagian dinilai sudah ti-
dak lagi relevan dan mengandung bias ideologi yang mengaburkan ob-
jektivitas penjelasan Teoretisnya, tetapi bagaimanapun masih ada ba-
nyak pemikir an dan teori dari Marx yang terus hidup dan berkembang
melampaui pemikiran Karl Marx.
Menurut Beilharz (2002: 269), saat ini pemikiran dan teori Marxian
paling tidak telah berkembang menjadi 57 varietas Marxisme, mulai da-
ri Bolshevisme, sosial demokrasi, Trotskyisme, Maoisme, Stalinisme,
Lenisme, teori kritis, Marxisme Barat, dan lain-lain—yang semuanya
mengacu pada satu term atau berbagai term dari pemikiran Karl Marx.
Jadi, setelah Karl Marx meninggal, justru muncul Marxisme baru yang
ber kembang sebagai pandangan dunia yang komprehensif, dan sebagai
doktrin politis yang diasimilasikan ke dalam sistem ilsafat umum
(Outhwaite [Ed.], 2008: 496).
Sejak Marx meninggal hingga perkembangannya saat ini, boleh di-
19

