Page 35 - index
P. 35
Bab 20: Perspektif Cultural Studies: Fokus ...
Gaya hidup mencakup sekumpulan kebiasaan, pandangan, dan pola-pola
respons terhadap hidup, serta terutama perlengkapan untuk hidup. Cara
berpakaian, cara kerja, konsumsi, termasuk pilihan bacaan, bagaimana
individu mengisi kesehariannya merupakan unsur-unsur yang membentuk
gaya hidup. Gaya hidup dipengaruhi oleh keterlibatan seseorang dalam
kelompok sosial, dari seringnya berinteraksi dan menanggapi berbagai
stimulus di sana. (Adlin (ed.), 2006: 36-39)
Menurut Piliang (dalam: Adlin (ed.), 2006: 81), beberapa sifat umum
dari gaya hidup adalah: (1) gaya hidup sebagai sebuah pola, yaitu sesuatu
yang dilakukan atau tampil secara berulang-ulang, (2) yang mempunyai
massa atau pengikut sehingga tidak ada gaya hidup yang sifatnya personal,
PRENADAMEDIA GROUP
dan (3) mempunyai daur hidup (life cicle), artinya ada masa kelahiran,
tumbuh, puncak, surut, dan mati. Gaya hidup dibentuk, diubah,
dikembangkan sebagai hasil dari interaksi antara disposisi habitus dan
batas serta berbagai kemungkinan realitas. Dengan gaya hidup individu
menjaga tindakan-tindakannya dalam batas dan kemungkinan tertentu.
Berdasarkan pengalaman sendiri yang diperbandingkan dengan realitas
sosial, individu memilih rangkaian tindakan dan penampilan mana yang
menurutnya sesuai dan mana yang tidak sesuai untuk ditampilkan dalam
ruang sosial. (Adlin (ed.), 2006: 53-54)
Gaya hidup oleh berbagai ahli sering disebut merupakan ciri sebuah
dunia modern atau modernitas. Artinya, siapa pun yang hidup dalam
masyarakat modern akan menggunakan gagasan tentang gaya hidup
untuk menggambarkan tindakannya sendiri maupun orang lain. Gaya
hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan satu orang dengan
yang lain. (Chaney, 2004: 40) Istilah gaya hidup, baik dari sudut pandang
individual maupun kolektif, mengandung pengertian bahwa gaya hidup
sebagai cara hidup mencakup sekumpulan kebiasaan, pandangan, dan
pola-pola respons terhadap hidup, serta terutama perlengkapan untuk
hidup. Cara sendiri bukan sesuatu yang alamiah, melainkan hal yang
ditemukan, diadopsi atau diciptakan, dikembangkan dan digunakan
untuk menampilkan tindakan agar mencapai tujuan tertentu. Untuk
dapat dikuasai, cara harus diketahui, digunakan, dan dibiasakan. (Donny
Gahral Adian, dalam: Adlin (ed.), 2006: 37)
Dalam kehidupan sehari-hari, menurut Piliang (dalam: Adlin, 2006:
71), selalu ada hubungan timbal balik dan tidak dapat dipisahkan antara
keberadaan citra (image) dan gaya hidup (life style). Gaya hidup adalah
cara manusia memberikan makna pada dunia kehidupannya, membutuhkan
247

