Page 40 - index
P. 40
Metode Penelitian Sosial
pengamatan dan pengukuran, dalam cultural studies data utama yang
dikaji adalah data kualitatif yang disebut Alasuutari sebagai spesimen
budaya (cultural speciment), yakni data kualitatif yang merupakan
bagian dari realitas sosial yang dipelajari. Sudah barang tentu, untuk
memperoleh setting dan pemahaman yang lebih lengkap, juga tidak
menutup kemungkinan dikumpulkan data sekunder yang sifatnya
kuantitatif, terutama untuk melengkapi pemahaman tentang konteks
dan setting sosial dari masalah yang dikaji. Berbeda dengan teori dan
penelitian tradisional yang umumnya positivistik, dalam perspektif
cultural studies, teori yang akan dihasilkan pada dasarnya merupakan
kondisi yang sebenarnya di balik suatu “realitas semu” yang teramati
PRENADAMEDIA GROUP
secara empirik. Teori dan metode penelitian menurut perspektif cultural
studies umumnya menolak klaim-klaim objektivitas, dan cenderung
lebih bersifat reflective.
Dalam penelitian yang menggunakan perspektif cultural studies,
data yang dibutuhkan biasanya digali dengan cara melakukan wawancara
mendalam (indepth interview) kepada para subjek penelitian untuk
memperoleh informasi tentang hasrat mereka dalam mengonsumsi
sesuatu, bagaimana mereka memaknai kegiatan konsumsi subjek itu
untuk kesenangan, dan untuk memahami sejauhmana sebenarnya
berbagai produk dan industri budaya telah mengkonstruksi selera dan
cita rasa subjek dalam memilih komoditas yang disukainya melahirkan
perilaku adiktif dan perilaku konsumsi sinergistiknya. Wawancara
mendalam, dalam studi yang menggunakan perspektif cultural studies
penting dilakukan, terutama untuk mengungkap pengalaman hidup (life
experience) yang menekankan pada konstruksi simbolik (pandangan
personal) dan kontekstual (pandangan sosial) subjek, termasuk gaya
hidupnya. (Lihat: Mulyana, 2004: 187)
CATATAN PENUTUP
Sebagai sebuah perspektif dan metodologi, harus diakui cultural
studies merupakan hal yang baru, yang belum banyak dikembangkan
para peneliti, khususnya para peneliti di Indonesia. Namun demikian,
di tengah perkembangan masyarakat informasi dan perkembangan gaya
hidup masyarakat yang makin konsumtif, mau tidak mau perspektif
cultural studies harus menjadi acuan bagi peneliti yang tertarik mengkaji
berbagai persoalan yang timbul akibat ekspansi kapitalisme yang makin
menglobal.
252

