Page 38 - index
P. 38

Metode Penelitian Sosial


                           orang tidak lagi membeli produk untuk pemenuhan kebutuhan (need),
                           melainkan membeli makna-makna simbolik (symbolic meaning), yang
                           menempatkan konsumer di dalam struktur komunikasi dan dikonstruksi
                           secara sosial oleh sistem produksi/konsumsi. Konsumer dikondisikan
                           untuk lebih terpesona dengan makna-makna simbolik, tanda, citra atau
                           tema yang ditawarkan  di balik sebuah produk, ketimbang fungsi utilitas
                           sebuah produk. (Piliang, 2003: 287). Iklan, dalam pandangan cultural
                           studies  menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penciptaan gaya hidup.
                           Iklan menjadi perumus gaya hidup. (Piliang, 2003: 290).

                               Pertanyaannya sekarang: apakah benar konsumen selalu bersikap pasif
                           dan menjadi korban ideologi kapitalis yang senantiasa mengembangkan
                                    PRENADAMEDIA GROUP
                           gaya hidup sesuai kehendak pasar? Meski diakui para teoretikus dari
                           mahzab Frankfurt dan sebagian tokoh dari aliran Postmodern bahwa
                           pengaruh industri budaya dan kekuatan iklan dalam batas-batas tertentu
                           terbukti mampu mengkonstruk selera, cita rasa, dan gaya hidup konsumen.
                           (Lihat: Agger, 2003). Tetapi, dalam perkembangannya kemudian
                           ternyata diakui bahwa hegemoni dan proses komodifikasi budaya yang
                           dilakukan industri budaya ternyata tidak selalu mampu mengkonstruksi
                           dan menentukan terbentuknya selera dan cita rasa konsumen. Istilah
                           budaya konsumen, sebagaimana dikatakan Mike Fatherstone (1985),
                           tidak diartikan sebagai suatu penilaian yang berbicara tentang sifat pasif
                           konsumen yang digiring dan serba mudah diatur. Budaya konsumen,
                           bagaimanapun tetap membuka kemungkinan untuk konsumsi produktif,
                           dalam arti menjanjikan kehidupan pribadi yang indah dan memuaskan:
                           menemukan kepribadian melalui perubahan diri dan gaya hidup yang
                           berbeda-beda, bahkan khas. (Evers, 1988: 53)
                               Gaya bukanlah ekspresi lokasi kelas, ia adalah sistem yang menandai,
                           yang mengomunikasikan identitas kultural dan perbedaan kultural. (Storey,
                           2007: 153). Piere Bourdieu yang mengkaji secara perinci mengenai pola
                           konsumsi dan gaya hidup, menyatakan bahwa ekonomi barang budaya
                           memiliki logika dan otonomi tersendiri: lepas dari determinisme dan
                           memiliki otonomi dalam membentuk tingkat dan perbedaan selera.
                           (lihat: Evers, 1988: 60)


                           PROSES PENGGALIAN DATA DALAM CULTURAL STUDIES

                               Dalam penelitian yang menggunakan perspektif cultural studies, upaya
                           pengumpulan data yang dilakukan peneliti umumnya lebih ditekankan


                       250
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43