Page 39 - index
P. 39

Bab 20: Perspektif Cultural Studies: Fokus ...


                           pada data yang bersifat kualitatif. Dengan menggunakan  in  depth
                           interview dan focus group discussion, kompleksitas serta kedalaman data
                           tentang pengalaman konsumer dalam mengonsumsi dan memproduksi
                           teks budaya akan mudah diperoleh (Meyer, dalam Pickering, 2008: 73).
                           Seperti yang dikemukakan juga oleh Alasuutari (1995: 38-61)  dalam
                           cultural studies, data yang dibutuhkan untuk dianalisis dan diinterpretasi
                           tidak sekadar diperoleh dari hasil pengamatan empiris, tetapi yang lebih
                           penting adalah bagaimana peneliti mengkaji dan memahami makna dan
                           berbagai hal di balik yang teramati.

                               Dalam perspektif cultural studies, pertanyaan pokok yang dicoba dikaji
                           di lapangan dari para informan atau subjek studi biasanya menyangkut
                                    PRENADAMEDIA GROUP
                           paling tidak tiga hal. Pertama, apa dan siapa yang menentukan budaya
                           populer? Darimana datangnya budaya populer? Apakah ia lahir dari orang
                           awam sendiri sebagai salah satu ekspresi mandiri atas kepentingan mereka
                           dan berbagai bentuk pengalaman mereka, ataukah budaya populer itu
                           dipaksakan dari atas oleh mereka yang sedang berkuasa sebagai salah
                           satu bentuk kontrol sosial?
                               Kedua, berkenaan dengan pengaruh komersialisasi dan industrialisasi
                           terhadap budaya populer. Apakah lahirnya budaya dalam berbagai bentuk
                           komoditas berarti bahwa kriteria nilai keuntungan dan nilai jual lebih
                           penting daripada kualitas, keindahan, integritas,  dan tantangan intelektual?
                           Apakah semakin banyaknya pasar universal bagi budaya populer menjamin
                           bahwa budaya itu benar-benar populer karena budaya ini menyediakan
                           komoditas yang benar-benar dibutuhkan orang kebanyakan? Siapa yang
                           menang jika budaya populer di buat secara industri dan dijual sesuai
                           kriteria nilai jual dan nilai keuntungan, perdagangan, atau kualitas?

                               Ketiga, menyangkut peran ideologi budaya populer. Apakah
                           budaya populer memang diperuntukkan untuk mengindoktrinasi
                           orang kebanyakan, memaksa mereka menerima dan mengikuti gagasan
                           maupun nilai-nilai yang memastikan dominasi terus-menerus mereka
                           yang memiliki kedudukan istimewa yang menguasai mereka? Ataukah
                           itu merupakan pemberontakan atau pembangkangan terhadap aturan
                           sosial umum? Apakah budaya populer ini mengekspresikan perlawanan
                           terhadap mereka yang berkuasa, dengan cara yang betapa pun tak terasa,
                           halus dan belum berkembang, dan merupakan subversi cara-cara berpikir
                           dan bertindak yang dominan? (Strinati, 2007: 5)
                               Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang lebih mengedepankan



                                                                                                  251
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44