Page 420 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 420
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
atribusinya terhadap dirinya sendiri dan orang yang menjadi target
komunikasi (Walther, 1996). Hal ini sekali lagi disebabkan oleh adanya
anonimitas visual yang memicu seseorang untuk mempunyai atribusi
dan imajinasi yang berlebihan ketika berinteraksi dengan orang lain.
Sekali saja pengguna media online mempunyai kesan positif terhadap
target lawan bicara, maka hal itu akan membuatnya mengintensifkan
komunikasi online yang lebih mendalam dengan lawan bicara tersebut.
Ia akan tenggelam dalam idealisasi imajinasi terhadap orang lain.
Di sisi lain, anonimitas visual dalam interaksi online juga
mempermudah seseorang untuk menampilkan diri dengan cara yang
positif dan dapat diterima oleh target komunikasi. Mereka tidak perlu
takut dan khawatir dengan penampilan fi sik mereka dan juga tidak
harus mengontrol perilaku non-verbal mereka selama komunikasi
berlangsung, sehingga bisa lebih berfokus pada strategi pengungkapan
diri melalui konstruksi isi pesan untuk memberikan kesan positif pada
target komunikasi. Menurut Walther (1996) keterbebasan dari hal-hal
yang bersifat observasi visual atas penampilan dan bahasa nonverbal
selama berinteraksi membuat seseorang cenderung mengungkapkan
inner self yang bersifat ideal dan personal.
Dalam proses komunikasi antara komunikator terjadilah feedback
loop antara persepsi pengirim dan penerima pesan yang kemudian
diwujutkan dalam perilaku komunikasi (Walther, 1996). Hal ini
berjalan sesuai dengan hukum self-fulfi lling prophecies dan konfi rmasi
perilaku. Sebagaimana diketahui, menurut hukum tersebut jika pesan
pertama yang dikirimkan oleh pengirim dipersepsikan positif dan
mengesankan oleh penerima pesan, maka hal itu akan meningkatkan
peluang bagi penerima pesan untuk merespon pesan tersebut
secara positif (Walther, 1996). Hal ini disebabkan karena penerima
pesan cenderung mencari konfi rmasi melalui perilaku komunikasi
berdasarkan persepsi awal yang diterimanya. Feedback loop yang
didasarkan pada persepsi positif antara pengirim dan penerima pesan
akan mendorong terjadinya pengungkapan diri yang lebih intim dan
akan memperkuat interaksi diantara mereka.
Dalam teori hiperpersonal, pengungkapan diri oleh pengguna
dipengaruhi oleh sikap dan motif yang ingin dicapai oleh seseorang
dalam interaksi online (Walther, 1996). Dengan berinisiatif untuk
mengungkapkan diri terlebih dahulu, seseorang dapat berharap bahwa
388

