Page 421 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 421
Anonimitas dan Pemenuhan Kebutuhan Psikososial
melalui Pengungkapan Diri di Media Sosial
prediktabilitas hubungannya dengan orang atau jejaring tertentu yang
menjadi target komunikasinya dapat meningkat. Terkait harapan
untuk meningkatkan prediktabilitas hubungan dalam interaksi
online, motif untuk melanjutkan hubungan ke taraf interaksi yang
lebih dekat akan berpengaruh terhadap intensi dan kejujuran (Gibbs,
Ellison & Heino, 2006) serta terhadap kedalaman pengungkapan diri
yang lebih personal (Walther, 1996) dalam interaksi online.
Kebutuhan Psikososial dan Pengungkapan Diri di
Media Sosial
Selain karena sifat media online yang memberikan anonimitas
visual sehingga meniadakan isyarat-isyarat sosial yang dapat dilihat
secara langsung, seseorang juga mempunyai motif-motif psikososial
yang membuatnya cenderung mengungkapkan diri secara lebih bebas
dan mendalam ketika menggunakan media sosial. Sebagaimana
dikatakan oleh Grant (2010), orang cenderung menggunakan media
tertentu untuk memenuhi aneka kebutuhannya dengan melakukan
aktivitas tertentu dan berinteraksi di media tersebut. Maka bisa
dipahami bahwa sebenarnya media bukanlah penentu utama yang
membuat seseorang mengungkapkan diri secara lebih bebas dan
intim dalam interaksi online. Yang lebih utama adalah motif-motif
psikososial yang dimilikinya. Sifat media yang anonim secara visual
hanya menjadi katalisator bagi tercapainya motif dan pemenuhan
kebutuhan psikososial seseorang ketika ia menggunakan media
tertentu. Bazarova dan Choi (2014) memberikan catatan bahwa
pengungkapan hal-hal yang bersifat personal secara publik di media
sosial sangat bergantung pada pencapaian tujuan dan motif-motif terkait
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan psikososial, khususnya kebutuhan
untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan kebutuhan untuk
presentasi diri. Kemudahan untuk berbagi sekaligus mendapatkan
informasi dari orang lain membuat pengguna media sosial merasa
lebih mudah memenuhi kebutuhan psikososial terkait pembentukan
hubungan sosial dengan melakukan strategi pengungkapan diri. Salah
satu strategi pengungkapan diri untuk membentuk hubungan sosial
adalah pengungkapan pikiran dan perasaan secara mendalam dalam
ruang publik di media sosial atau pengungkapan pikiran-perasaan
389

