Page 424 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 424

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            lazim ditemukan pada orang yang memiliki kebutuhan tinggi akan
            popularitas. Orang yang sudah mempersepsikan dirinya populer
            dalam interaksi tatap muka cenderung menggunakan  media
            sosial untuk meningkatkan popularitasnya dalam situasi  online
            (Christofi des, Muise, & Desmarais, 2009; Valkenburg et al., 2005;
            Zywica & Danowski, 2008).
                 Sebagai medium ekspresi dan pengungkapan diri,  media sosial
            dapat digunakan untuk memenuhi aneka kebutuhan psikososial
            yang terikat kuat dengan motif  kompensasi sosial atau peningkatan
            sosial. Orang yang cenderung digerakkan oleh motif  kompensasi sosial
            yang lazimnya mempunyai  self-esteem negatif, mengalami masalah
            dengan hubungan tatap muka, dan memiliki  kecemasan sosial, dapat
            mengungkapkan diri secara lebih mendalam di  media sosial sebagai
            mekanisme kompensasi atas kebutuhan akan hubungan yang lebih
            akrab dan  penerimaan sosial yang tidak didapatkan dalam dunia tatap
            muka. Selain itu, orang yang digerakkan oleh motif peningkatan sosial
            dapat mengungkapkan diri dalam media online secara lebih personal
            untuk memperkuat hubungan-hubungan sosial yang sudah ada,
            sekaligus menarik perhatian jejaring yang lebih luas sehingga ia dapat
            memuaskan kebutuhan untuk berelasi dengan yang lain ataupun
            kebutuhan untuk lebih populer di dalam lingkungan sosialnya.


            Kesimpulan

                 Anonimitas yang meniadakan isyarat sosial visual dalam media
            online merupakan faktor penting agar orang mampu mengungkapkan
            diri secara lebih bebas, personal, intim, bahkan ekstrim dalam  ruang
            publik di media online, namun bukan satu-satunya faktor. Terdapat
            faktor-faktor psikososial dalam diri seseorang yang juga berperan
            penting dalam pengungkapan diri di media online. Anonimitas visual
            dalam  media sosial merupakan katalisator bagi seseorang untuk
            memenuhi harapan dan motif untuk selalu terhubung dengan orang
            lain berupa baik motif peningkatan sosial maupun motif  kompensasi
            sosial. Secara lebih spesifi k dua motif tersebut berperan penting bagi
            orang yang ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhan psikososialnya
            meliputi baik kebutuhan akan  penerimaan sosial, keakraban,
            mengkompensasi  self-esteem, menarik perhatian orang lain, maupun




          392
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429