Page 425 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 425
Anonimitas dan Pemenuhan Kebutuhan Psikososial
melalui Pengungkapan Diri di Media Sosial
kebutuhan untuk menjadi lebih populer di antara orang lain.
Pengungkapan diri secara lebih intim dalam ruang publik di media
sosial merupakan sebuah strategi untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan psikososial tersebut.
Pemahaman tentang keberadaan motif dan kebutuhan psikososial
tersebut sangat penting bagi pendidik ataupun psikolog dalam rangka
memahami orang yang memiliki masalah berupa kecenderungan
mengungkapkan diri secara berlebihan dan adiktif di media sosial.
Pemahaman tentang risiko pelanggaran privasi serta peningkatan
kesadaran tentang media sosial sebagai ruang publik merupakan
faktor penting untuk membuat orang mempunyai kontrol yang lebih
besar ketika mengungkapkan diri dalam media sosial. Di sisi lain,
anonimitas visual dalam media online tidak selalu berpengaruh
buruk, karena dampak anonimitas juga dapat dimanfaatkan bagi
sebagian psikolog untuk lebih memahami permasalahan klien
yang sulit mengungkapkan diri ketika berada dalam sesi terapi
atau konseling tatap muka. Anonimitas dalam media online dapat
memberikan kemudahan bagi seseorang untuk mengungkapkan diri
yang sebenarnya (Seidman, 2014) serta mengekspresikan hal-hal
yang lebih personal dan emosional yang sulit atau tidak mungkin
diungkapkan dalam interaksi tatap muka (Suler, 2004). Dalam hal
ini, psikolog dapat menggunakan media online yang bersifat privat
seperti instant messaging sebagai media pendukung untuk menggali
informasi yang lebih dalam terkait permasalahan dan kehidupan klien
sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengannya.
393

