Page 417 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 417

Anonimitas dan Pemenuhan Kebutuhan Psikososial
                                                 melalui  Pengungkapan Diri di Media Sosial

             Anonimitas, Reduksi Isyarat dan Norma dalam
             Komunikasi Sosial

                  Anonimitas visual dalam interaksi  online telah mereduksi
             beberapa isyarat sosial penting yang biasa terjadi dalam interaksi
             tatap muka seperti  gesture, mimik, dan bahasa-bahasa nonverbal
             lainnya. Isyarat sosial yang ditunjukkan orang lain dalam interaksi
             tatap muka merupakan representasi dari norma-norma sosial
             dalam berkomunikasi dengan orang lain. Sebagaimana dikatakan
             oleh Sproull dan Kiesler (1987), ketika seseorang menerima isyarat
             sosial berupa entah  gesture, intonasi, atau bahasa nonverbal lain
             dari lawan bicara pada interaksi tatap muka, hal itu akan memicu
             interpretasi kognitif dan menciptakan kondisi emosional tertentu
             dalam dirinya sehingga dia akan menyesuaikan perilakunya dengan
             interpretasi kognitif atas isyarat sosial itu. Misalnya, ketika dalam
             interaksi tatap muka seseorang menghadapi lawan bicara berpostur
             tegap dengan pakaian dan perhiasan mewah berbicara dengan
             intonasi lantang kepadanya, maka ia akan segera menyesuaikan
             perilaku komunikasinya berdasarkan interpretasinya atas isyarat
             sosial berupa pakaian, perhiasan, intonasi, dan bahasa tubuh itu.
             Bisa jadi dia akan bereaksi sopan dan merendahkan intonasi suara
             dalam bicaranya karena isyarat sosial itu dia interpretasikan sebagai
             petunjuk bahwa lawan bicaranya merupakan orang penting dengan
             status sosial tinggi.
                  Dengan demikian, ketika isyarat sosial telah dipersepsikan secara
             kuat oleh seseorang, maka perilakunya akan cenderung terkontrol
             dan berorientasi pada lawan bicara (other-focused). Sebaliknya, ketika
             isyarat sosial lemah atau dihilangkan, seseorang akan cenderung
             mengabaikan norma-norma berkomunikasi dan akan mengungkapkan
             diri dengan cara yang lebih bebas dengan menggunakan standar-
             standar dirinya sendiri (self-focused) (Culnan & Markus, 1987; Nguyen
             et al., 2012; Sproull & Kiesler, 1987).
                  Dalam interaksi di media  online, seseorang seringkali tidak
             dibatasi oleh isyarat sosial yang dapat dilihat langsung oleh lawan
             bicara, baik itu gesture ataupun bahasa nonverbal lainnya. Semakin
             terbatas isyarat-isyarat sosial tersebut ditampilkan oleh media
             online, semakin seseorang cenderung lebih impulsif, bebas, ekstrem,




                                                                                      385
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422