Page 415 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 415
Anonimitas dan Pemenuhan Kebutuhan Psikososial
melalui Pengungkapan Diri di Media Sosial
Pertama, anonimitas sangat berperan penting dalam membuat
orang menjadi lebih bebas ketika ia berinteraksi secara online
(Waskul & Douglas, 1997). Semakin tinggi derajat anonimitas yang
dipunyai oleh seseorang dalam interaksi online, maka semakin
bebas dan berani ia mengungkapkan dirinya, bahkan dalam kasus
tertentu dapat membuatnya merasa dibebaskan dari tanggung jawab
sosial yang dipunyai dalam kehidupan sehari-hari (Suler, 2004).
Suler (2004) mengatakan bahwa anonimitas dalam media online
dapat menimbulkan disinhibition effect, yaitu menjadikan seseorang
kehilangan kontrol dan cenderung lebih bebas dalam berperilaku di
dunia online. Kebebasan dalam perilaku di media online ini dapat
berdampak menguntungkan atau merusak (Suler, 2004). Anonimitas
berdampak menguntungkan (benign disinhibition) jika membantu
seseorang yang sebelumnya kesulitan mengungkapkan diri menjadi
lebih mudah mengungkapkan hal-hal yang bersifat personal dan
emosional melalui interaksi online. Sebaliknya anonimitas dapat
berdampak merusak (toxic disinhibition) jika justru menjadikan
pengguna terperangkap dalam eksplorasi atas sisi gelap dari
dirinya yang termanifestasi dalam perilaku negatif seperti bullying,
menampilkan hal-hal yang bersifat pornografi s, ataupun memancing
reaksi orang lain dengan kekerasan visual ataupun verbal.
Kedua, interaksi dalam ruang online pada derajat tertentu
dipandang dapat menimbulkan disembodiment, yaitu menjadikan
identitas seseorang terpisah dari identitas tubuhnya (Waskul &
Douglas, 1997). Seseorang yang dalam interaksi sehari-hari merasa
kelebihan berat badan dapat menampilkan diri secara berbeda ketika
berinteraksi dalam ruang online. Sudut pengambilan foto profi l di
media sosial dapat disesuaikan dengan keinginan pengguna, sehingga
ia bisa terlihat lebih kurus. Seseorang yang berukuran tubuh pendek
dalam interaksi nyata dapat menampilkan diri bertubuh lebih tinggi
berkat bantuan teknologi.
Ketiga, interaksi dalam ruang online melampaui jarak waktu dan
ruang (dislocated). Perbedaan waktu dan ruang ini merubah interaksi
yang biasa dilakukan dalam hubungan-hubungan tatap muka yang
selalu melibatkan latar fi sik dan situasi sosial (Waskul & Douglas,
1997). Dalam interaksi online dimana orang dipisahkan oleh jarak
ruang dan waktu seseorang dapat menciptakan ruang sosial dalam
383

