Page 423 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 423

Anonimitas dan Pemenuhan Kebutuhan Psikososial
                                                 melalui  Pengungkapan Diri di Media Sosial

             akan  penerimaan yang ditunjukkan melalui pengungkapan diri yang
             sebenarnya ( true self) di media online dapat merupakan mekanisme
             kompensasi dari  self-esteem yang rendah. Motif  kompensasi sosial
             sangat menonjol pada orang yang ingin mengatasi rasa malu, kesepian,
             mencari dukungan, atau mengatasi  self-esteem yang rendah (Ellison,
             Steinfi eld, & Lampe, 2007; Zywica & Danowsky, 2008). Zywica dan
             Danowski (2008) menemukan bahwa orang yang memiliki  self-esteem
             yang rendah cenderung mudah mengungkapkan informasi tertentu
             kepada orang asing atau orang yang tidak dikenal dalam interaksi
             tatap muka dengan alasan kerahasiaan. Hal lain yang menyebabkan
             orang lebih suka mengungkapkan informasi personal pada teman
             yang dikenal melalui interaksi online daripada melalui interaksi tatap
             muka bisa jadi karena teman yang sudah dikenal dalam interaksi
             tatap muka sehari-hari itu terlanjur dianggap sebagai sumber masalah
             yang menyebabkannya menilai rendah dan merasa tidak puas dengan
             dirinya. Kendati orang yang memiliki  self-esteem yang rendah tidak
             selalu berkomunikasi dengan orang asing atau teman yang hanya
             dikenal melalui media online, namun  media sosial memang dipandang
             dapat mengatasi batas-batas dalam relasi sosial sehingga orang yang
             pemalu, cemas secara sosial, atau mempunyai  self-esteem rendah
             dapat menggunakan media online sebagai sarana untuk mengetahui
             lebih dalam orang-orang yang sudah dikenal dalam interaksi tatap
             muka sekaligus berhubungan secara lebih intensif dengan mereka
             (Ellison, et al., 2007).
                  Motif fasilitasi atau  peningkatan sosial  terkait dengan kecen-
             derungan untuk meningkatkan hubungan dengan mengem bangkan
             relasi sosial pada jejaring yang lebih luas sekaligus mengintensifkan
             relasi yang sudah ada melalui media  online pada orang yang
             mempersepsikan bahwa dirinya telah mempunyai relasi yang positif
             dalam interaksi tatap muka (Ellison et al., 2007; Valkenburg et al.,
             2005; Walther, 1996; Zywica & Danowski, 2008). Penelitian yang
             dilakukan oleh Gangadharbatla (2008) menunjukkan bahwa orang
             yang memiliki  self-esteem kolektif yang tinggi cenderung mempunyai
             sikap positif terhadap keberadaan  media sosial sebab dapat digunakan
             sebagai media untuk berkomunikasi sekaligus meningkatkan
             kualitas hubungan dengan teman atau jejaring yang sudah dikenal
             dalam interaksi tatap muka. Selain itu, motif peningkatan sosial



                                                                                      391
   418   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428