Page 414 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 414

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            untuk melakukan presentasi diri ketika menggunakan media online.
            Hal penting lain adalah bagaimana cara seseorang mengungkapkan
            diri di  media sosial dipengaruhi oleh motif pemenuhan kebutuhan
            sosial-psikologis yang sebenarnya merupakan kepanjangan dari
            kebutuhan-kebutuhan akan hubungan dan interaksi sosial yang ada
            dalam dunia tatap muka.
                 Dengan kajian ini diharapkan para pendidik dan psikolog dapat
            lebih memahami permasalahan secara lebih komprehensif tentang
            hakikat pengungkapan informasi personal di  media sosial sehingga
            pengetahuan itu dapat digunakan untuk mengkampanyekan
            pentingnya menjaga keamanan informasi personal dalam media
            online. Namun demikian perlu disadari bahwa  anonimitas visual dalam
            interaksi online pada derajat tertentu dapat juga digunakan sebagai
            media pendukung oleh psikolog untuk lebih memahami kebutuhan-
            kebutuhan dan permasalahan klien secara lebih mendalam terutama
            pada mereka yang kesulitan untuk mengungkapkan diri dalam
            interaksi tatap muka.


            Anonimitas dan Identitas dalam Lingkungan Virtual
            Online

                 Beberapa penelitian selama dua dekade terakhir menunjukkan
            betapa orang cenderung merasa lebih nyaman dan bebas untuk
            mengungkapkan diri dan informasi pribadi lain melalui interaksi
            online dibandingkan interaksi tatap muka (Chesney, 2005; Joinson,
            2001; Joinson & Paine, 2007; Nguyen, Bin & Campbell, 2012;
            Whitty & Joinson, 2009). Para pengguna merasa lebih bebas untuk
            berkomunikasi dalam ruang online dikarenakan hakikat media online
            sendiri yang pada derajat tertentu mampu membebaskan orang dari
              identitas kesehariannya yang melekat dalam dunia tatap muka.
                 Waskul dan Douglas (1997) mengungkapkan empat hal pokok
            yang mungkin dialami seseorang ketika berinteraksi secara  online
            sehingga merasa lebih nyaman dan lebih bebas mengungkapkan diri
            melalui media  online, yaitu: (1)  anonimitas; (2) keterbebasan dari
              identitas tubuh (disembodied); (3) keterbebasan dari ruang fi sik dan
            waktu (dislocated); serta (4) peluang mempresentasikan  identitas yang
            berbeda. Penjelasannya adalah seperti diuraikan berikut ini.




          382
   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419