Page 412 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 412

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

                 Sebelum kita beranjak pada diskusi tentang bagaimana  media
            sosial telah merubah gaya pengungkapan diri manusia dan batas ruang
            personal dalam berkomunikasi, menarik untuk dicermati bagaimana
            antusiasme masyarakat akhir-akhir ini terhadap perkembangan
            penggunaan  media sosial itu sendiri. Hasil riset yang dilakukan oleh
              Pew Research Centre (2015) menunjukkan bahwa  media sosial seperti
            Facebook sangat populer di kalangan dewasa awal usia 18 hingga 29
            tahun. Prensky (2001) menyebut kelompok usia ini sebagai generasi
            digital natives. Terungkap pula dalam penelitian yang dilakukan
            Chesney (2005) bahwa saat ini orang merasa lebih nyaman untuk
            mengungkapkan detail informasi personal secara online dibandingkan
            mengungkapkannya dalam hubungan dyadic tatap muka yang lebih
            personal. Mark  Zuckerberg (dalam Johnson, 2010), pendiri Facebook,
            mengungkapkan bahwa saat ini informasi personal telah menjadi
            dasar komoditas dari semua aktivitas online, sehingga  privasi bukan
            lagi dianggap sebagai norma sosial seperti dahulu. Saat ini orang
            merasa lebih nyaman dan rela untuk mengungkapkan berbagai
            macam informasi personal dalam  media sosial.
                 Survei yang dilakukan oleh Go-gulf.com (2011) mencatat bahwa
            dalam 60 detik pengguna  Facebook di seluruh dunia kurang lebih
            mengunggah 695 ribu status dan 510 ribu komentar. Survei yang
            dilakukan oleh Seomworld (2013) di Amerika Serikat melaporkan
            bahwa 63 persen dari profi l Facebook dapat diakses oleh masyarakat
            luas tanpa dikontrol melalui pengaturan  privasi oleh pengguna. Lebih
            lanjut, 55% dari remaja di Amerika cenderung membagikan informasi
            kepada publik tanpa sadar bahwa informasi tersebut dapat diakses
            oleh orang lain termasuk orang-orang yang tidak dikenal. Sebaliknya,
            29% dari remaja di Amerika juga mengakui bahwa mereka memang
            sudah berniat untuk membagikan informasi yang disadari rentan dan
            berbahaya terhadap pelanggaran  privasi (Seomworld, 2013). Sejalan
            dengan hasil survei tersebut, laporan yang dibuat oleh Ipsos (2013)
            juga menunjukkan bahwa 37% pengguna Facebook mengakui telah
            mengungkapkan hal-hal yang dianggap mendalam atau personal
            terkait dengan kepercayaan mereka dan juga siapa mereka sebenarnya.
            Selanjutnya, 22% pengguna juga mengakui telah membiarkan orang
            lain mengetahui aktivitas mereka sehari-hari melalui  media sosial
            (Ipsos, 2013).



          380
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417