Page 411 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 411

26
              Anonimitas dan Pemenuhan Kebutuhan

               Psikososial melalui  Pengungkapan Diri

                                     di Media Sosial



                                         Rahkman Ardi











                   aat ini  media sosial sebagai sarana berkomunikasi telah
             Sberkembang pesat dan digunakan oleh masyarakat luas terutama
             para warga generasi milenium. Penggunaan  media sosial seperti
             Facebook,  Twitter dan  Path tidak hanya menjembatani komunikasi
             lintas batas melampaui jarak, ruang, dan waktu yang mungkin tidak
             terbayangkan beberapa belas tahun yang lalu, namun juga merubah
             intensitas, kebebasan dan kedalaman komunikasi itu sendiri. Kita
             menjadi lebih intim dan bebas untuk berkomunikasi dalam ranah
               virtual di  media sosial dibandingkan dalam interaksi tatap muka. Kita
             menjadi lebih nyaman berinteraksi secara intim dalam  ruang publik
             tanpa mempedulikan bahwa pengungkapan diri di  media sosial kerap
             kali membuat kita menjadi tontonan. Kemesraan yang diumbar dan
             juga informasi-informasi sensitif yang seharusnya tersimpan dalam
             ranah personal diungkap sedemikian rupa dalam  ruang publik di
               media sosial. Apakah sebenarnya yang terjadi? Mengapa manusia
             pada saat ini lebih menikmati untuk mengungkapkan diri secara
             personal dalam media online dibanding interaksi tatap muka? Apakah
             kebutuhan yang ingin dipuaskan dengan pengungkapan diri itu?





                                                                                      379
   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416