Page 371 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 371
Dinamika Pemilihan dan Penolakan Informasi Pornografi
di Kalangan Remaja DKI Jakarta
terbukti selective exposure dapat disebabkan oleh lebih dari satu
variabel dari berbagai aspek. Kedua, sebagaimana ditegaskan oleh
para ahli adalah sulit untuk menemukan kenyataan bahwa perilaku
komunikasi seseorang hanya dipengaruhi seperangkat aspek dari
dalam diri tanpa memerhatikan pengaruh dan keterlibatan aspek
lain.Bahwa manusia dalam melakukan pengolahan informasi tidak
hanya dipengaruhi oleh faktor internal diri (psikologis) namun juga
dipengaruhi oleh interaksi sosial yang dilakukan sebagai perwujudan
dari mahluk sosial (Griffi n, 2006; Littlejohn, 1999; Fazio, et.al, dalam
Perloff, 2010; Sarwono, 1999).
Model Pemilihan dan Penolakan Informasi Pornografi
Berdasarkan integrasivariabel keyakinan (belief)yang merupakan
variabel mewakili aspek psikologis, variabel kegunaan informasi
mewakili aspek pesan, dan variabel dukungan kelompok mewakili
aspek sosialsebagai variabel-variabel yang memengaruhi selective
exposure, diketahuibahwa selective exposure bukan hanya bisa
disebabkan oleh satu aspek, misalnya aspek psikologis atau aspek
pesan ataupun aspek sosial, tetapi juga bisa disebabkan kerena
integrasi hubungan dari berbagai aspek. Adapun penjelasan lebih
lanjut adalah sebagaimana ulasan berikut ini.
Dalam teori disonansi kognitif, keyakinan (belief) diposisikan
sebagai seperangkat nilai yang diinformasikan kepada seseorang (pada
awalnya melalui keluarga) yang disimpan secara kognitif. Keyakinan
(belief) ada pada diri manusia sebagai disposisi psikologis. Premis
utama dari selective exposure yang memosisikan keyakinan (belief)
sebagai variabel yang memengaruhi selective exposuremerupakan
bentuk tataran komunikasi intrapersonal. Yaitu, suatu bentuk
komunikasi dalam diri berdasarkan nilai-nilai yang diyakini untuk
melakukan pilihan atau penolakan terhadap sebuah informasi.
Lebih lanjut, sebagai mahluk sosial dalam kehidupannya individu
akan berinteraksi satu sama lain. Hubungan komunikasi yang terjalin
dalam lingkungan/kelompok sosial, baik pada tataran interpersonal
maupun kelompok bisa memengaruhi keyakinan (belief) seseorang.
Kekuatan pengaruh dari lingkungan/kelompok terhadap keyakinan
(belief) sangat ditentukan oleh seberapa erat dan kebutuhan individu
339

