Page 369 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 369

Dinamika Pemilihan dan Penolakan Informasi  Pornografi
                                                           di Kalangan Remaja DKI Jakarta

             penolakan informasi yang berhasil membuktikan bahwa variabel
             keyakinan  (belief) bukanlah merupakan satu-satunya penyebab
             timbulnya  selective exposure. Ada banyak variabel dalam kehidupan
             manusia yang menentukan orang untuk memilih ataupun menolak
             sebuah informasi (Ahn, 2010; Behling, 1971; David, 2005; Davies
             2004;  Festinger 1964; Freedman, 1965; Freedman & Sears, 1965;
             Frey 1986; Cotton dalam Hendricks 1997; Hart, 2009; Knobloch et.al,
             2003, 2005; Lowin, 1967; Schulman, 1971; Zillmann & Bryant, 1985).


             Perkembangan Penelitian Selective Exposure

                  Pada awal pemikiran, Festinger (1957) telah menempatkan
             keya kinan (belief)  sebagai variabel yang menyebabkan  selective
             exposure. Melalui penelitian terhadap sekelompok anggota sekte di
             Chicago Amerika Serikat pada Desember 1956, Festinger dan rekan
             menganalisa bahwa keyakinan (belief) yang kuat terhadap keimanan
             kelompok telah membuat anggota sekte melakukan seleksi informasi
             terkait ramalan kiamat dunia (McKimmie, Terry, & Hogg, 2003).
                  Seiring perjalanan waktu, penelitian penyebab  selective exposure
             (sejak tahun 1957 hingga tahun 2010) dapat dikelompokkan dalam
             tiga kelompok aspek, yaitu psikologis, pesan, dan sosial. Aspek
             psikologis, berkaitan dengan pengaruh psikologis terhadap perilaku
               selective exposure, seperti variabel keyakinan (belief), kepercayaan diri,
             komitmen, suasana hati. Aspek pesan berkaitan dengan karakteristik
             pesan yang berpengaruh terhadap pilihan dan penolakan seseorang
             terhadap sebuah informasi. Di sini pilihan seseorang dijelaskan
             sebagai akibat karakteristik dari pesan itu sendiri, seperti kegunaan
             informasi, kepastian informasi, relevansi informasi. Selanjutnya,
             aspek sosialberkaitan dengan karakteristik individu sebagai makhluk
             sosial. Seseorang bukan hanya berposisi sebagai individu, tetapi juga
             sebagai bagian dari lingkungan sosial.
















                                                                                      337
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374