Page 372 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 372
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
untuk tetap menjalin komunikasi dengan kelompok/lingkungan
sosial yang ada. Semakin erat dan butuh maka akan semakin kuat
pengaruh lingkungan/kelompok terhadap keyakinan (belief), dan
sebaliknya.
Teori identitas sosial bisa dipakai untuk membantu menjelaskan
bagaimana dukungan kelompok bisa memengaruhi keyakinan (belief).
Teori identitas sosial, Tajfel dan Turner (1979) menegaskan bahwa
keanggotaan kelompok menciptakan in-group/ kategorisasi diri (lihat
Severin & Tankard, 2008; Sarwono, 1999).Untuk penyempurnaan
rasa in-group dilakukan perumusan aturan maupun kesepakatan
bersama, yang dinamakan norma. Norma ini diperlukan oleh individu
anggota kelompok dalam masyarakat untuk melindungi diri dari
ancaman pelanggaran hak dari orang atau kelompok atau pihak lain
(Sarwono, 2001).
Lebih lanjut, norma yang terbentuk dalam kelompok sosial
menim bulkan norma subyektif (subjective norms), yaitu keyakinan
individu mengenai apa yang orang lain atau lingkungan sosial yang
cukup berpengaruh inginkan agar ia berbuat. Dalam teori perilaku
terencana (theory of planned behavior), Ajzen (1988) menyatakan
bahwa dari norma subyektif seseorang akan memiliki normative belief.
Yaitu, bahwa ketika nilai-nilai kesepakatan dilanggar oleh individu
yang menjadi anggota/bagian dari kelompok maka akan timbul
sanksi yang dapat merupakan sanksi sosial (berupa hukuman sosial,
seperti: dikucilkan, dikeluarkan dari keanggotaan) maupun sanksi
moral (seperti perasaan bersalah, berdosa dan lainnya).
Dalam kasus pornografi , apabila realita sesuai dengan keyakinan
(belief) yang dimiliki seseorang yaitu melarang ataupun menolak
pornografi maka keyakinan (belief)tidak akan berubah. Namun
sebaliknya, manakala realita tidak menabukan pornografi sementara
keyakinan (belief) melarang pornografi , maka keyakinan (belief) bisa
berubah. Perubahan keyakinan (belief) tergantung seberapa erat
hubungan interaksi antara individu dengan realita yang ada. Semakin
erat hubungan maka semakin cepat perubahan keyakinan (belief)
dilakukan, dan sebaliknya. Perubahan yang dilakukan merupakan
perwujudan upaya pencapaian keseimbangan kognitif.
Lebih lanjut, dalam konteks penelitian terkait pemilihan dan
penolakan informasi tentang pornografi , kegunaan informasi dilihat
340

