Page 370 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 370

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

                 Tabel 1. Penelitian Penyebab Selective Exposure (1957 –
                         2010)

               ASPEK                              VARIABEL

                        1. Keyakinan(belief): Festinger, 1957; Ehrlich dan rekan, 1957;
                          Mills dan rekan, 1959; Adams, 1961; Mills, 1965a; Rosen, 1961;
                          McFarland dan Warren, 1992; Chafee dan rekan, 2001; Redlawsk
                          2002; Taber dan Lodge, 2006, Bobkowski, 2007.
                        2. Komitmen: Brehm dan Cohen, 1962; Mills dan Ross, 1964; Mills,
                          1965; Behling, 1971; Lawson, 1969.
             Psikologis  3. Self-confi dence: Festinger, 1964; Freedman, 1965; Lowin, 1969;
                          Thayer, 1969; Schultz, 1974.
                        4. Suasana Hati: Zillman dan Bryant, 1985; Anderson dan rekan,
                          1996, Hawkin dan rekan, 2001, Davies, 2004.
                        5. Motivasi: Chaiken, et.al, 1996; Chen,et.al, 1999.

                        1. Konsep Kepastian Informasi: Mills dan Ross, 1964.
                        2. Konsep Relevansi Informasi: Mills dan Jellison, 1968.
                        3. Manfaat/kegunaan Informasi: Festinger, 1964; Cannon, 1964;
             Pesan        Freedman dan Sears, 1965; Freedman, 1965a,Atkin, 1973; Katz,
                          1968; Cotton, 1985; Frey, 1986; Knobloch dan rekan, 2003, 2005.
                        4. Kegunaan Sosial: Chaffee dan Mc Leod, 1968.
                        5. Refutability: Lowin, 1967; Brock dan Balloun, 1967.

                        1. Norma Sosial/Kelompok: Sears, 1965; Klapper, 1960; David, 2005.
             Sosial
                        2. Dukungan Kelompok: Schulman, 1971; Dohyun, 2010.
            Sumber: Hutagalung, 2012


                 Dari perkembangan kajian  selective exposure terlihat bahwa
            mayoritas kajian  selective exposure yang dilakukan oleh para ahli
            cenderung berfokus pada pembuktian adanya pengaruh lain selain
            variabel keyakinan (belief) sebagai penyebab  selective exposure. Ada
            peneliti yang tertarik untuk melihat dari sisi pengaruh aspek psikologis
            seseorang. Sementara peneliti lain lebih tertarik untuk mengkaji dari
            aspek pesan, dan lainnya dari aspek sosial.
                 Kecenderungan kajian mengenai penyebab  selective exposure
            yang hanya berfokus padasatu variabel(misalnya variabel keyakinan
            saja, komitmen saja, atau aspek pesan saja atau aspek sosial saja)
            mempunyai kelemahan. Pertama,penjelasan terkait fenomena  selective
            exposure  dalam satu dekade terakhir menjadi kurang memuaskan
            bila hanya dijelaskan berdasarkan pengaruh satu variabel karena



          338
   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375