Page 367 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 367
Dinamika Pemilihan dan Penolakan Informasi Pornografi
di Kalangan Remaja DKI Jakarta
dan penolakan informasi disebabkan faktor reversibility sebuah
keputusan.Jika sebuah keputusan mudah untuk diubah maka
orang akan mencari berbagai jenis informasi, baik yang bertentangan
maupun mendukung keputusan. Sebaliknya, jika sebuah keputusan
tidak mudah untuk diubah maka orang cenderung akan mencari
dan memilih informasi yang mendukung keputusan dan menolak
informasi yang bertentangan.
Di sisi lain, David (2005) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa
pilihan orang akan media ataupun informasi tidak hanya ditentukan
oleh faktor yang bersifat individual (kepentingan dan kebutuhan
individu semata), tetapi juga ditentukan oleh struktur sosial, berupa
norma sosial (meliputi kepantasan, kesopanan, kepercayaan dan
lainnya) dalam suatu masyarakat. Pilihan individu dan struktur sosial
itu harus dilihat sebagai suatu ‘dualitas’ yang saling memengaruhi.
Individu dibentuk oleh struktur (norma sosial) dan pada saat
bersamaan individu juga bisa mengubah dan membentuk struktur
yang ada dalam masyarakat tersebut (David, 2005).
Pertanyaan yang kemudian muncul berkaitan dengan kondisi
keberlimpahan informasi dalam konteks informasi tentang pornografi
adalah jika individu aktif menentukan dan melakukan pilihan
atas sebuah informasi, maka faktor-faktor apa saja yang berperan
memengaruhi perilaku pemilihan dan penolakan informasi ( selective
exposure) pornografi ?
Teori Disonansi Kognitif: Sumber Konsep Selective
Exposure
Gagasan pemikiran mengenai adanya perilaku seleksi (pemilihan
dan penolakan) pada paparan sebuah informasi secara tidak
langsung telah diawali pada awal tahun 1940 an, melalui sebuah
kajian komunikasi politik klasik tentang pemilihan umum di daerah
Erie County, Ohio (Lazarsfeld, Berelson, & Gaudet, 1944) dan Elmira,
New York (dalam Berelson, Lazarsfeld, & McPhee, 1954). Saat itu
terminologi selective exposure telah dikenal, namun baru diuraikan
secara rinci seiring dengan penjelasan salah satu hipotesa dari teori
disonansi kognitif (Freedman & Sears, 1965).
335

