Page 373 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 373

Dinamika Pemilihan dan Penolakan Informasi  Pornografi
                                                           di Kalangan Remaja DKI Jakarta

             dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, dan bukan untuk
             menguatkan atau melemahkan keyakinan(belief) terhadap pornografi .
             Jadi, kegunaan informasi lebih ditujukan sebagai pemenuhan
             kebutuhan akan sebuah informasi, dan bukan ditujukan untuk
             mendukung ataupun menghalangi perilaku tertentu (control belief).
                  Sementara itu, pengaruh yang kuat dari variabel kegunaan
             informasi terhadap selective exposuredapat disikapi sebagai imbas dari
             kehidupan manusia saat ini yang berada dalam era keberlimpahan
             informasi, sebagai akibat kemajuan dan kecanggihan teknologi
             dan informatika.Perkembanganbaru dalam teknologi komunikasi
             menyebabkan perbedaan antar media massa semakin tipis
             dibandingkan sebelumnya. Banyak koran dan sumber berita memiliki
             website yang digunakan untuk menyalurkan berita. Rangkaian
             komputer maupun telepon genggam telah dilengkapi televisi secara
             terpadu, sehingga perangkat elektronik dimaksud bersifat multifungsi.
                  Perkembangan media komunikasi elektronik ini juga mengubah
             pendekatan komunikasi. Media massa tradisional yang pada dasarnya
             menawarkan model komunikasi “satu-untuk-banyak” (misalnya surat
             kabar, televisi, radio) menjadi “banyak-untuk-satu” (penggunaan
             email, website) dan “banyak-untuk-banyak” (penggunaan milis,
             kelompok dalam telepon genggam ataupun diskusi via elektronik).
                  Dalam konteks pornografi , adanya perubahan pendekatan
             komunikasi dari model komunikasi “satu-untuk-banyak” menjadi
             “banyak-untuk-satu”        dan     “banyak-untuk-banyak”         sangatlah
             mempercepat penyebaran informasi tentang pornografi .  Sebagai
             contoh: kasus pornografi  Ariel dan Luna Maya. Sesungguhnya
             perbuatan intim kedua sejoli merupakan urusan pribadi keduanya,
             namun karena ada oknum yang mengunduh dan menyebar luaskan
             video hubungan intim tersebut melalui  jejaring sosial maka hubungan
             yang semula bersifat pribadi akhirnya menjadi milik masyarakat
             secara umum, dan  digolongkansebagai kasus pornografi .
                  Pada kehidupan nyata, kasus seperti Ariel sangatlah banyak terjadi.
             Kasus pribadi yang berubah menjadi kasus publik ini bercampur
             dengan informasitentang pornografi  yang memang diperuntukkan
             untuk konsumsi publik. Mengantisipasi keberlimpahan informasi
             pornografi  ini, individu akan memilih informasi yang dianggap
             memiliki manfaat sesuai dengan minat dan kebutuhan. Adanya seleksi



                                                                                      341
   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378