Page 374 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 374
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
informasi berdasarkan minat dan kebutuhan sekaligus membuktikan
bahwa individu merupakan mahluk aktif dalam proses pengolahan
informasi.
Teori kegunaan informasi dapat lebih menjelaskan bagaimana
sebuah informasi yang memiliki manfaat akan dipilih. Teori
ini menjelaskan bahwa motivasi seseorang dalam memilih dan
menghindari informasi tidak disebabkan oleh apakah informasi itu
menimbulkan konsonansi atau disonansi, tetapi lebih dipicu oleh
kegunaan informasi bagi seseorang. Kegunaan/manfaat dari informasi
hanya dapat dirasakan manakala seseorang memiliki tujuan orientasi
dan tujuan penyesuaian diri yang akan dicapai melalui perolehan
informasi, baik informasi negatif maupun positif (ancaman ataupun
kesempatan), karena masing-masing informasi diyakini memiliki
manfaat.
Informasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
seseorang akan petunjuk (bagaimana menilai sesuatu), penguatan
(konfi rmasi ulang atas suatu sikap) maupun performance (bagaimana
melakukan sesuatu). Karena pemilihan dan penolakan sebuah
informasi dilakukan berdasarkan manfaat/kegunaan yang dimiliki,
maka dalam proses pemenuhan kebutuhan akan informasi individu
tidak hanya melakukan seleksi pada informasi yang menguntungkan
atau sesuai dengan keyakinan (belief), tetapi juga akan melakukan
seleksi informasi yang merugikan atau bertentangan dengan
keyakinan (belief).
Dalam kasus pornografi ,sesungguhnya remaja memerlukan
pengetahuan tentang seks mengingat seks juga berkaitan dengan
perkembangan psikologis remaja. Melalui informasi tentang seks,
remaja dapat belajar untuk mengambil keputusan seksual secara
dewasa, terbimbing dan mendapat penjelasan tentang perubahan
fungsi organ seksual sebagai tahapan yang harus dilalui dalam
kehidupan manusia. Dengan kata lain, pengetahuan tentang
seks memiliki manfaat bagi remaja untuk lebih memahami apa
sesungguhnya seks, dan membantu remaja untuk melalui setiap
perkembangan psikologis yang berkaitan dengan masalah seks itu
sendiri. Adanya kegunaan informasi yang dirasakan remaja terhadap
informasi tentang seks inilah yang menjadikan remaja kerap memilih
342

