Page 368 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 368
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Dalam teori disonansi kognitif, Festinger menegaskan dua
hipotesa yang menjadi dasar teorinya, salah satunya adalah selective
exposure yaitu manakala disonansi muncul dalam kaitan untuk
menguranginya individu akan secara aktif menghindari situasi
ataupun informasi yang dapat meningkatkan disonansi, dan akan
memilih situasi ataupun informasi yang konsonan (Festinger,1957;
Littlejohn & Foss, 2005). Sejak dirumuskan pada tahun 1957 oleh
Festinger, selective exposure telah banyak dikaji ulang oleh para ahli.
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melakukan pengkajian lebih
mendalam terhadap fenomena ini. Dari berbagai kajian terkait perilaku
pemilihan dan penolakan informasi ( selective exposure), terbukti
bahwa individu tidak selalu memilih informasi yang sesuai (congenial
information) dan menolak informasi yang bertentangan ( uncongenial
information) dengan keyakinan (belief) yang dimiliki. Sejumlah
penelitian menunjukkan bahwa banyak orang yang secara khusus
akan memerhatikan bagian-bagian sebuah pesan yang bertentangan
dengan sikap, kepercayaan, atau perilaku yang dianutnya untuk
memperkuat argumentasi. Terdapat juga banyak bukti bahwa orang
akan memerhatikan hal-hal yang tidak mendukung posisi mereka
apabila mereka yakin bahwa hal-hal itu akan mudah disangkal.
Orang akan menolak informasi yang mendukung keyakinan mereka
bila informasi itu dianggap lemah. Karena informasi yang lemah akan
menyebabkan kegalauan atau ketidakmantapan pada keyakinan
yang dimiliki. Penolakan terhadap informasi yang bertentangan juga
akan dilakukan manakala keputusan yang akan diambil tidak dapat
diubah. Di sisi lain, informasi yang bertentangan akan diterima jika
informasi itu memiliki kegunaan/manfaat (Brock & Balloun, 1967;
Feather, 1962; Freedman, 1965; Freedman & Sears, 1965; Knobloch-
Westerwick, Carpentier, & Zillmann, 2003; Knobloch-Westerwick,
Carpentier, Blumhoff, & Nickel, 2005; Lowe & Steiner, 1968; Rosen,
1961; Frey dalam Zillmann, 1985).
Sementara itu, selain merumuskan bahwa tidak selamanya
informasi disonan akan ditolak, penelitian Freedman dan Sears
(1965) merupakan penelitian pertama yang menyatakan bahwa
selective exposure tidak berhubungan dengan kondisi psikologis.
Pasca pengujian yang dilakukan Freedman dan Sears (1965), banyak
dilakukan penelitian terhadap penyebab perilaku pemilihan dan
336

