Page 366 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 366

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            Keberlimpahan informasi telah pula menjadi pemicu perubahan pola
            konsumsi informasi yang semula pasif, duduk menunggu didepan
            layar televisi, radio, atau membaca koran yang diantar loper, menjadi
            penonton yang aktif mencari informasi dengan memanfaatkan mesin
            pencari Google atau Yahoo, maupun tombol pencari (remote control)
            pada media televisi. Individu menjadi mahluk aktif dalam memilih dan
            mengolah informasi sesuai dengan minat dan kebutuhan. Individu
            bukan lagi menjadi mahluk pasif dalam menerima informasi, namun
            sebaliknya individu bersikap aktif dalam mencari dan menolak sebuah
            informasi (Atre &Katz, 2005; Bennett & Iyengar, 2008; Stroud, 2008)
                 Berdasarkan sejumlah penelitian, diketahui bahwa sikap aktif
            individu dalam pemilihan dan penolakan informasi bisa disebabkan
            oleh berbagai hal. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Ehrlich,
            Guttman, Scho¨nbach, & Mills (1957) terkait iklan mobil. Dari penelitian
            tersebut diketahui bahwa setelah membuat sebuah keputusan
            seseorang akan cenderung mencari informasi yang mendukung
            keputusan yang telah diambil. Pemilik mobil baru cenderung akan
            lebih sering memerhatikan iklan yang berkaitan dengan mobil yang
            dimiliki daripada iklan mobil yang dipertimbangkan namun tidak
            dipilih ataupun iklan mobil lain yang tidak termasuk dalam kategori
            untuk dipilih. Dalam hal ini, pilihan untuk memerhatikan sebuah
            iklan lebih disebabkan untuk memperkuat keyakinan terhadap
            keputusan dan pilihan mobil yang telah dibeli.
                 Jika penelitian Ehrlich dan rekan (1957) menyatakan bahwa
            orang hanya akan memerhatikan informasi yang mendukung dan
            menolak informasi yang bertentangan, maka dalam penelitian terkait
            putusan sebuah peradilan yang dilakukan oleh Freedman dan Sears
            (1965) menegaskan hal yang berbeda. Bahwa jika kehidupan ataupun
            kebebasan orang (terdakwa) dipertaruhkan, maka hakim (penentu
            keputusan) diharapkan akan bersikap adil, jujur dan teliti. Seorang
            hakim harus mencari informasi yang tidak memihak sekalipun dengan
            keyakinan  (belief), sebelum memberikan keputusan. Dalam hal ini,
            pemilihan dan penolakan sebuah informasi diartikan sebagai sebuah
            bentuk ketidakjujuran cendekiawan  ( intellectual dishonesty) yang
            akan menimbulkan ‘kelicikan’ dalam proses pengambilan keputusan.
                 Sementara itu, penelitian Lowe dan Steiner (1968) terkait dengan
              blind date memperlihatkan bahwa sikap aktif individu dalam pemilihan



          334
   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371