Page 363 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 363
23
Dinamika Pemilihan dan Penolakan
Informasi Pornografi
di Kalangan Remaja DKI Jakarta
Inge Hutagalung
ewasa ini masyarakat hidup dalam era keberlimpahan informasi
Dyang terus menerus dibawa media keruang kehidupan pribadi
seseorang. Informasi ini seakan mengalir tanpa kenal waktu lewat
berbagai jenis media, seperti surat kabar, tabloid, majalah, buku,
komik, radio, televisi, fi lm, video, VCD/DVD, internet, telepon genggam
(HP) ditambah pula berbagai corak selebaran mulai dari penjualan
rumah, mobil, motor, promosi kredit hingga infobelanja.
Salah satu masalah sosial di Indonesia yang perlu mendapatkan
perhatian berkaitan dengan keberlimpahan informasi adalah
pornografi . Mulai dari fi lm layar lebar, televisi, komik, novel, suratkabar,
tabloid, majalah, VCD/DVD, handphone, maupun situs internet.
Aneka media ini tidak jarang menyajikan tayangan berbau pornografi
secara langsung maupun tidak langsung dan marak dijumpai baik di
kota besar maupun kecil, bahkan sampai ke pedesaan sekalipun.
Dari data Google Tren, diketahui bahwa pada tahun 2015
Indonesia berada pada peringkat pertama pengakses kata kunci ‘sex’
dan ‘phone’ di mesin-mesin pencari (seacrch engine) internet (Lende,
2015). Yang memprihatinkan, ketika diteliti lebih mendalam ternyata
331

