Page 353 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 353

Mengelola Aspirasi Sosial-Digital Masyarakat Indonesia
                                                       sebagai Instrumen Perubahan Sosial

             Psikologi tidak dapat berdiri sendiri. Psikologi membutuhkan “teman
             ilmiah” yang diharapkan membantu memahami aspirasi sosial-digital
             secara lebih komprehensif. Siapa yang pantas menjadi teman Psikologi
             dalam memahami aspirasi sosial-digital? Tentu saja cabang ilmu yang
             dapat memahami konteks digital secara komprehensif, yaitu teknologi
             informasi atau yang sering disebut dengan information communication
             technology (ICT). Melalui kombinasi teknologi dan kerangka teori ilmu
             perilaku, Psikologi harus mampu memberikan gambaran yang jelas
             dan komprehensif mengenai aspirasi sosial-digital.
                  Mengapa perilaku digital menjadi isu yang penting untuk
             dibahas? Perkembangan teknologi informasi dalam bentuk software
             dan  hardware menjadi sebuah momen yang memiliki implikasi
             terhadap  evolusi perilaku manusia. Perilaku-perilaku baru ini tidak
             dapat dipandang sebelah mata karena tidak hanya menyangkut
             manusia yang menggunakan  smartphone sebagai objek digital,
             namun bagaimana manusia memandang objek digital tersebut
             sebagai fasilitator berbagai perilaku mereka. Sebagai ilustrasi,  inovasi
             mengenai  smartphone yang tak kunjung henti memiliki implikasi
             terhadap terciptanya berbagai aplikasi digital yang memudahkan
             aktivitas manusia. Dahulu masyarakat menggunakan short message
             service atau SMS sebagai medium komunikasi melalui pesan teks,
             namun SMS memiliki berbagai keterbatasan karena medium pesan
             hanya dapat berfungsi untuk dua indvidu (pemberi dan penerima
             pesan). Kemudian sekitar tahun 2009-2010 medium pesan singkat
             digital kembali muncul bersamaan dengan  inovasi  smartphone pada
             masa itu, yaitu  Blackberry. Medium pesan lebih interaktif yang
             disebut Blackberry Messenger ( BBM) ini hanya dimiliki oleh produsen
               smartphone Blackberry.  BBM memiliki  fi tur yang lebih inovatif
             dibandingkan dengan SMS karena adanya fi tur groups dan broadcast
             message. Groups berfungsi sebagai fi tur yang mengakomodir lebih dari
             satu pengguna  BBM untuk terlibat dalam sebuah percakapan digital.
             Broadcast message adalah fi tur pesan  BBM yang dapat menjangkau
             seluruh contact list di  BBM. Setelah perusahaan Blackberry dengan
             fi tur  BBM, muncul berbagai model  smartphone terbaru dan salah satu
             di antaranya yang cukup dikenal adalah  smartphone dengan operating
             system android yang memiliki berbagai aplikasi medium pesan teks
             yang lebih sederhana, antara lain  WhatsApp. Seperti diungkapkan oleh



                                                                                      321
   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358