Page 354 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 354

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            Jon Koum, Co-founder  WhatsApp, di halaman facebook pribadinya,
            pengguna aplikasi  WhatsApp di dunia telah mencapai 1 milliar orang.
            Ilustrasi sederhana ini memberikan gambaran bahwa ada “migrasi”
            perilaku dengan hadirnya  inovasi teknologi informasi.
                 Hingga saat ini, aspirasi sosial-digital telah menghasilkan berbagai
            produk sosial yang memiliki implikasi bagi perubahan dalam struktur
            sosial maupun kebijakan-kebijakan politik. Salah satu ilustrasinya
            adalah gerakan sosial yang dilambangkan dengan tanda hashtag atau
            tagar (#) di Twitter,  meme di Path dan Facebook hingga akun  media
            sosial yang memang sengaja dibuat khusus guna mewadahi sebuah
            komunitas tertentu, mulai dari komunitas otomotif hingga komunitas
            pendukung calon pemimpin politik. Data-data digital dalam berbagai
            bentuk seperti  meme dan tagar harus dapat dipahami oleh Psikologi
            sebagai data psikologis yang merepresentasikan individu atau
            kelompok-kelompok yang ada di Indonesia. Misalnya, tanda tagar
            “#SidangTerbukaMKD” merepresentasikan aspirasi masyarakat yang
            menginginkan agar sidang etika oleh Mahkamah Kehormatan Dewan
            (MKD DPR) atas dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh Ketua
            DPR  dibuka ke publik. Melalui tanda ini, mengalir dukungan ribuan
            warga dari berbagai lapisan masyarakat melalui twitter yang menuntut
            agar sidang MKD dilakukan secara terbuka dan transparan. Artinya,
            ada muatan emosi dalam “#SidangTerbukaMKD” yang merupakan
            cerminan dari perasaan kolektif rakyat Indonesia terhadap keberadaan
            politisi di DPR.
                 Mungkin kita masih ingat bahwa pada masa sebelum reformasi
            para aktivis dan akademisi harus “turun ke bawah” mengajak orang-
            orang untuk terlibat dalam demonstrasi mengkritik Pemerintah. Saat
            ini banyak orang secara suka rela memberikan aspirasinya terhadap
            sebuah momen sosial tertentu tanpa adanya ajakan atau permintaan
            khusus dari pihak-pihak yang terlibat. Hal ini jugalah yang harus
            menjadi perhatian bagi para psikolog dan ilmuwan psikologi yang
            terbiasa melakukan penelitian dengan metode penelitian baku seperti
            wawancara, kuesioner  self-report atau eksperimen yang meminta
            partisipan memberikan data psikologis mereka. Metode penelitian
            baku memiliki kecenderungan  error yang disebut dengan  faking
            good, yaitu kecenderungan partisipan untuk tidak memberikan
            jawaban yang sebenarnya melainkan yang dipandang baik (Cozby &



          322
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359