Page 350 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 350

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            bahwa potensi konfl ik antar kelompok dapat terjadi hanya karena
            persepsi  ingroup dan  outgroup yang disebabkan karena perbedaan
              identitas sosial. Artinya, pengelolaan sosial dalam era  demokrasi
            merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh elemen
            masyarakat Indonesia.
                 Jika dahulu individu dan kelompok saling terhubung dan
            memiliki emosi yang sama melalui diskusi dan WOM, maka saat ini
            hadirnya perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat
            memiliki implikasi perilaku yang tidak dapat dipandang sebelah mata.
            Perkembangan teknologi dan informasi telah menghasilkan berbagai
              inovasi yang mampu menghubungkan manusia, seperti internet,
              smartphone,  media sosial dan lain sebagainya. Perkembangan ini
            tidak hanya mencakup perkembangan  hardware atau perangkat
            keras, namun juga perkembangan  software atau perangkat lunak.
            Bayangkan saja, jika pada tahun 1990an  perubahan sosial terjadi
            melalui diskusi-diskusi yang berisi kritik terhadap Pemerintah yang
            memakan waktu lama, saat ini pembicaraan-pembicaraan tersebut
            berpindah ke dalam medium yang berbeda, yaitu medium digital
            dengan waktu relatif singkat. Medium digital yang saya maksud
            disini adalah  media sosial yang mampu berperan sebagai fasilitator
            kebutuhan psikologis manusia, yaitu kebutuhan untuk berkelompok
            dan aktualisasi dirinya. Hadirnya medium digital memiliki berbagai
            implikasi sosial dan psikologis. Jika dahulu, individu cenderung sulit
            mencari sebuah kelompok atau komunitas yang sejalan dengan apa
            yang dipikirkannya, saat ini individu dengan mudah mendapatkan
            akses terhadap komunitas atau kelompok tersebut. Artinya, ada
            “jembatan” yang dibangun oleh medium digital yang memiliki implikasi
            terhadap perubahan perilaku manusia.
                 Selain memenuhi kebutuhan psikologis individu, perkembangan
            teknologi dan informasi mampu membawa berbagai keuntungan
            ekonomi yang menggerakkan roda perekonomian Indonesia, terlebih
            dengan hadirnya berbagai aplikasi digital yang mudah digunakan dan
            diakses oleh individu dan kelompok di seluruh dunia. Ketika individu
            atau kelompok semakin mudah terhubung, maka potensi kerja sama
            dan perdagangan secara digital akan terus meningkat. Saat ini hal
            tersebut sudah terjadi dengan lahirnya perusahaan-perusahaan
            internet kelas dunia dengan omzet miliaran dollar, seperti Alibaba



          318
   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354   355