Page 357 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 357
Mengelola Aspirasi Sosial-Digital Masyarakat Indonesia
sebagai Instrumen Perubahan Sosial
lirik lagu yang dibuat oleh Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang
Yudhoyono. Analisis lirik lagu dengan AK kemudian dikorelasikan
dengan hasil penilaian terhadap muatan emosi pada lagu yang dibuat
oleh partisipan dengan metode membaca keseluruhan lirik lagu.
Partisipan yang direkrut dalam studi adalah mahasiswa program
Magister Profesi Psikologi dan Magister Sains di Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia. Hasilnya, lirik lagu yang dianalisis dengan AK
memberikan hasil yang konsisten dengan hasil penilaian partisipan.
Meskipun masih terbatas pada aspek emosi, AK menjadi instrumen
yang menjanjikan untuk menganalisis muatan emosi pada aspirasi
sosial-digital masyarakat Indonesia di berbagai media sosial, blog
dan percakapan-percakapan digital lainnya. Jika dikaitkan dengan
isu demokrasi, menurut Marcus (2002), emosi adalah variabel yang
berfungsi sebagai lem atau perekat yang mengikat hubungan antara
Pemerintah (Negara) dengan rakyat guna mencapai kepercayaan atau
trust.
Sebenarnya hingga saat ini, medium digital sebagai sumber data
penelitian telah menjadi kajian yang populer diperbincangkan ketika
suatu peristiwa fenomenal hadir di Indonesia. Namun, studi yang
mengarah pada medium digital masih terbatas pada survei online.
Survei online paling sering digunakan ketika momen pemilihan umum
baik di tingkat nasional maupun daerah berlangsung. Sebagai contoh,
survei yang dirilis oleh salah satu forum digital di Indonesia yaitu
kaskus sebelum pemilihan putaran ke-2 dalam pemilihan Gubernur
dan Wakil Gubernur DKI tahun 2012 mengindikasikan bahwa Jokowi
dan Ahok keluar sebagai pemenang berdasarkan perolehan suara
sebesar 3207 (91%) dari total suara user kaskus. Indikasi tersebut
ternyata memang terbukti, pasangan Jokowi-Ahok menjadi pemenang
dalam pilkada DKI tahun 2012. Di masa yang akan datang, analisis
dengan melibatkan data dari sumber medium digital harus melangkah
secara lebih jauh. Untuk itu, analisis aspirasi sosial-digital secara
komprehensif adalah jawabannya.
Penutup
Berbagai paparan dan dukungan empiris telah menjadi pintu
masuk bagi peneliti-peneliti di Indonesia untuk mulai mengkaji
325

