Page 203 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 203

Cyberloafing di Tempat Kerja: Merugikan atau Menguntungkan?

             menyatakan bahwa cyberloafi ng merupakan bentuk perilaku menarik
             diri. Perilaku menarik diri didefi nisikan sebagai perilaku membatasi
             waktu kerja kurang dari yang diharapkan oleh organisasi (Spector &
             Fox, 2002). Tentu saja akibatnya adalah penurunan produktivitas.
                  Di Amerika Serikat kerugian berupa kehilangan produktivitas
             akibat  perilaku tidak produktif dalam bentuk cyberloafi ng diestimasi
             senilai 54 sampai 85 juta dolar Amerika (Jia, Jia, & Karau, 2016).
             Dalam studinya di United Kingdom, Taylor (2007) mencatat kerugian
             yang lebih besar akibat  cyberloafi ng, yaitu sekitar 600 juta dolar
             Amerika per tahun. Menurut penelitian Lim dan Teo (2005), karyawan
             kehilangan 30%-40% produktivitas karena mengakses internet untuk
             kepentingan pribadi. Kerugian lainnya meliputi kehilangan bandwidth,
             terpapar virus komputer, bahkan juga kemungkinan tanggungjawab
             legal yang harus dipikul oleh perusahaan tempat karyawan bekerja.
                  Di pihak lain ada beberapa peneliti menyatakan bahwa cyberloafi ng
             merupakan tindakan yang diperlukan untuk mengurangi kebosanan
             kerja bahkan dapat mendorong kreativitas, fl eksibilitas, persahabatan
             dan saling percaya antar karyawan ketika melakukan kegiatan
             bersama, serta mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran
             (Greenfi eld & Davis, 2002). Beberapa penelitian lain lagi menyimpulkan
             bahwa cyberloafi ng dapat memberikan sebuah periode pendek untuk
             beristirahat, terbebas dari kesulitan atau ketidaksenangan, dan
             meningkatkan produktivitas (Block, 2001). Manajer yang mengambil
             sikap ini umumnya akan menjadi seorang  cyber-humanist  atau
             humanis-maya yang percaya bahwa penggunaan internet untuk
             kepentingan pribadi dapat menyeimbangkan kehidupan karyawan.
                  Karyawan yang berada dalam situasi tuntutan pekerjaan yang
             tinggi memerlukan pemulihan untuk mencegah kelelahan (Bakker,
             Demerouti, & Verbeke, 2004).  Cyberloafi ng bisa berperan dalam proses
             pemulihan ini dan dapat memiliki efek positif pada  kesejahteraan
             karyawan (Oravec, 2002). Dalam hal ini cyberloafi ng dapat berfungsi
             sebagai sejenis waktu istirahat pendek untuk memutus sementara
             pekerjaan yang memberikan tekanan psikologis. Anandarajan dan
             Simmers (2005) menyebut  cyberloafi ng berfungsi sebagai “an offi ce
             toy” untuk mengurangi stres kerja dan membangkitkan kreativitas.
             Karyawan yang mengalihkan secara singkat pikirannya ke hal lain
             selain pekerjaan yang sedang dikerjakannya akan mendapatkan efek



                                                                                      171
   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208