Page 204 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 204

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            positif, seperti menghilangkan kebosanan, kelelahan, dan stres. Selain
            itu, pengalihan singkat itu juga dapat meningkatkan kreativitas dan
              kesejahteraan, memperbaiki  mood, serta pada akhirnya membuat
            karyawan secara keseluruhan menjadi bahagia (Vitak, Crouse, &
            LaRose, 2011). Hasil penelitian Stanton (2002) menunjukkan bahwa
            orang-orang yang sering menggunakan internet untuk kepentingan
            pribadi memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi dibandingkan
            mereka yang jarang atau tidak pernah menggunakannya.
                 Penelitian yang dilakukan Lim dan Chen (2009) memperkuat
            pendapat bahwa cyberloafi ng dapat berdampak positif bagi individu,
            namun sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan  cyberloafi ng yang
            berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap
            perasaan karyawan.  Kegiatan mengakses situs memang memberikan
            perasaan positif, namun kegiatan membuka surat elektronik pribadi
            ternyata memberikan perasaan negatif. Melakukan akses situs
            memberikan  pelarian sementara dari stres kerja. Pelarian sementara
            ini menjadi sarana bagi karyawan untuk mengisi kembali energinya,
            dan dalam proses pengisian kembali itu mereka merasakan afeksi
            positif.  Afeksi positif ini selanjutnya memberikan sumber daya yang
            diperlukan untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya. Sebaliknya,
            membuka surat elektronik merupakan tugas kognitif. Karyawan
            membutuhkan sumber daya psikologis untuk membaca dan membalas
            pesan di surat elektronik. Hal itu mempengaruhi berkurangnya sumber
            daya psikologis yang seharusnya dipergunakan untuk menyelesaikan
            pekerjaannya. Alhasil muncullah afeksi negatif.


            Mengelola Internet di Tempat Kerja

                 Keberadaan kebijakan formal dan sanksi terhadap  cyberloafi ng
            dari pihak organisasi seharusnya mengurangi perilaku cyberloafi ng di
            kalangan karyawan (Jia, Jia, & Karau, 2016). Anandarajan, Devine,
            dan Simmers (2004) menyatakan bahwa kebijakan dan monitoring
            terhadap perilaku karyawan termasuk penggunaan internet akan
            mendorong tingkat kebebasan karyawan serta meminimalkan resiko
            biaya dan resiko lainnya bagi organisasi. Namun kebijakan yang
            diambil harus mempertimbangkan berbagai aspek agar menjadi
            kebijakan yang efektif seperti itu.




          172
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209