Page 48 - index
P. 48
SOSIOLOGI: TEKS PENGANTAR DAN TERAPAN
resensi film Hollywood, menelusuri berita-berita artis idola, membuka
facebook, twitter, dan lain sebagainya, boleh dikatakan merupkan dunia
keseharian yang kini tengah mereka jalani dan menjadi bagian dari gaya
hidup (life style) remaja urban.
Net generation adalah generasi ini dilahirkan antara tahun 1977-1997.
Generasi ini disebut Net Generation, Gen Y atau Millenials karena mereka
tumbuh di tengah perkembangan dan kecanggihan teknologi internet.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih banyak terpesona
pada televisi, net generation tumbuh sejak awal telah terbiasa dengan
internet. Boleh dikatakan tidak ada permainan dan aktivitas yang lebih
mengasyikkan bagi net generation, kecuali duduk di depan laptop atau
komputer, dan kemudian melakukan chatting, game online atau berse-
lancar mencari berbagai informasi yang diinginkan, tanpa ada sedikit
PRENADAMEDIA GROUP
pun tembok penghalang yang menganggu perkembangan liar pikiran
dan rasa ingin tahu mereka.
Di Amerika, menurut data, bila pada tahun 1983 diperkirakan hanya
tujuh persen keluarga yang mempunyai komputer, maka di tahun 2004
jumlah ini meningkat empat puluh empat persen dan enam puluh persen
di antaranya mempunyai anak usia sekolah. Di tahun 1996 hanya lima
belas persen keluarga yang dilaporkan bisa mengakses Internet and World
Wide Web, namun dalam tahun ini umumnya pengguna internet yakni
berusia di bawah 16 tahun. Di tahun 1994, di Amerika dilaporkan sekitar
tiga pulu lima persen sekolah umumnya telah menyediakan fasilitas bagi
siswa untuk bisa mengakses internet, dan saat ini bahkan seratus persen
sekolah telah menyediakan akses internet, sehingga tidak ada lagi yang
namanya siswa di negara adidaya ini yang tidak mengenal internet (lihat
Tapscott, 1998).
Karena community of online fan tumbuh dalam perkembangan dan
kecanggihan teknologi informasi, termasuk internet, maka bisa dikatakan
“Technology Is Like the Air” bagi mereka. Ungkapan ini tidak berlebihan,
sebab bagi generasi muda di Amerika yang namanya komputer, laptop,
handphone, internet dan bahkan iPod atau iPad sudah tidak lagi me-
rupakan hal yang asing. Bagi masyarakat yang hidup di zaman modern
seperti sekarang ini, kehadiran berbagai perangkat teknologi informasi
dan internet, diakui telah banyak mendatangkan manfaat dan keasyikan
tersendiri. Tetapi, di sisi yang lain kehadiran teknologi informasi diakui
atau tidak telah terbukti merubah segala sesuatu di dalam dunia di mana
net generation dilahirkan dan tinggal. Paul DiMagio et al. (2001), misalnya,
menggambarkan bahwa internet atau jejaring komputer di dunia maya
memiliki potensi untuk secara radikal mengubah tidak hanya bagaimana
cara seseorang bertransaksi bisnis dengan orang lain, tetapi juga esensi
362

