Page 53 - index
P. 53

BAB 22  •  MASYARAKAT INFORMASI DAN NET GENERATION ...


                 itu refleksi dari perkembangan life style. Di kalangan remaja urban, atau
                 yang lazim disebut Generasi X, Poindexter (1999), misalnya menyatakan
                 bahwa Generasi X atau generasi virtual ini umumnya menggunakan web
                 untuk kebutuhan hiburan, dan secara signifikan menggunakan internet
                 untuk menemukan informasi yang berkaitan dengan entertainment atau
                 untuk bersenang-senang (lihat: Rettie, 2002).
                    Sebagai bagian dari kemajuan teknologi, kemajuan TI dan kehadiran
                 media jejaring  facebook serta kemudahan berselancar  di dunia maya
                 tanpa batas memang penuh pesona, dan menjadi daya tarik tersendiri,
                 terutama di kalangan remaja urban yang notabene merupakan bagian
                 dari net generation. Di tengah kondisi di mana kegiatan belajar mengajar
                 acap kali terlalu membebani dan menjemukan bagi siswa, dan ditambah
                 lagi adanya tuntutan perkembangan gaya hidup yang tak terelakkan, kita
                         PRENADAMEDIA GROUP
                 sadari tidaklah mudah melawan efek samping perkembangan TI yang
                 kontraproduktif bagi remaja. Namun dengan memahami bahwa hal ini
                 merupakan konsekuensi dari perkembangan gaya hidup dan dunia simu-
                 lasi yang dimainkan oleh kekuatan industri budaya, maka upaya untuk
                 mencegah agar dampak perkembangan TI tidak kontraproduktif, tentu
                 tidak harus dilakukan hanya mengandalkan pendekatan yang sifatnya
                 regulatif-punitif, seperti melakukan razia di berbagai wartel, mengelu-
                 arkan fatwa haram untuk facebook dan sejenisnya.
                    Menghadapi kegandrungan remaja urban untuk terus berselancar
                 di dunia maya, niscaya hanya bisa dilakukan jika kita mau menyelami
                 dunia sosial-psikologis remaja, berempati pada apa yang mereka butuh-
                 kan, dan kemudian mengembangkan langkah-langkah intervensi yang
                 bisa diterima oleh cara berpikir remaja urban itu sendiri. Ibarat pisau,
                 kemajuan perangkat TI memang senantiasa mendua: ia bisa dipakai
                 untuk  membunuh  masa  depan, tetapi di  saat  yang sama ia  juga  bisa
                 dimanfaatkan untuk mengupas potensi dan menyongsong masa depan
                 remaja yang lebih baik. Pilihan mana yang akan diambil, tentu sangat
                 tergantung kepada cara kita men-jelaskan kepada remaja segala risiko
                 dan implikasinya secara trans-paran dan kontekstual.
                    Bagi kaum remaja urban yang hidup di era revolusi informasi, men-
                 jalin jejaring sosial di dunia maya dan mendaftarkan diri dalam akun
                 pertemanan facebook, twitter atau situs yang lain memang merupakan
                 konsekuensi kemajuan zaman dan menjadi kebutuhan yang tak terelakkan.
                 Cuma, yang menjadi masalah: karena secara psikologis para remaja ini
                 dalam usia belia acap kali masih belum sepenuhnya matang, dan dalam
                 banyak kasus mereka masih mudah terperdaya karena sulit membedakan
                 mana kenalan yang benar-benar baik dan mana pula sesungguhnya yang
                 termasuk predator yang tengah mencari mangsa lewat dunia maya, maka


                                                                            367
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58