Page 50 - index
P. 50
SOSIOLOGI: TEKS PENGANTAR DAN TERAPAN
yang fanatik atau penggemar khusus pada gaya hidup, idola, dan ideologi
serta kepentingan politik yang sama. Di kalangan peselancar di dunia maya
sudah lazim terjadi, mereka biasanya memiliki kelompok khusus yang
merupakan penggemar pada hal yang sama. Di dunia cyberspace, meski
seseorang memiliki akses tanpa batas untuk membangun jejaring dengan
siapa pun di belahan dunia mana pun, namun pelan-pelan hubungan
jejaring yang dibangun niscaya akan mengerucut pada kesamaan kepen-
tingan dana gaya hidup tertentu. Seseorang yang sama-sama penggemar
klub sepak bola tertentu atau penggemar mobil kuno, misalnya niscaya
interaksi mereka di dunia maya akan lebih intensif dengan orang-orang
lain yang memiliki selera yang sama, karena dengan cara itulah mereka
bisa mengem-bangkan interaksi yang makin intensif.
PRENADAMEDIA GROUP
I. DAMPAK SOSIAL INTERNET
Bagi kekuatan kapitalis dan industri budaya di bidang TI, remaja
urban yang terus-menerus kecanduan perkembangan mode perangkat
TI dan terus tenggelam dalam keasyikan bermain atau berselancar di
dunia maya, tak terkecuali remaja yang asyik membentuk jaringan on
line communities (seperti community of online fan) sudah tentu akan
dipandang sebagai berkah dan keuntungan tersendiri. Namun bagi re-
maja urban, kegandrungan untuk terus berganti mode perangkat TI, terus
membeli laptop sesuai perkembangan zaman, penggunaan handphone
dan internet yang berlebihan, sudah barang tentu akan menimbulkan
dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang signifikan.
Scott W. Campbell dan Rich Ling (2007), misalnya menyatakan bahwa
akibat penggunaan handphone yang berlebihan, bukan saja menyebabkan
lahirnya alienasi dan isolasi sosial menjadi meningkat di kalangan remaja,
tetapi juga menyebabkan biaya penggunaan handphone dan internet
meningkat pesat, tanpa disadari para penggunanya. Sudah lazim terjadi,
seorang remaja ia mungkin hanya betah belajar dalam hitungan satu-dua
jam maksimal, tetapi ketika berhadapan dengan laptop atau komputer
dan berselancar di dunia maya, sering terjadi mereka lupa waktu dan
baru berhenti ketika malam hampir berganti pagi.
Di kalangan remaja urban, belakangan ini sudah banyak diekspos di
media massa, bahwa penggunaan perangkat TI yang berlebihan, selain
bisa dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk menipu dan menjaring
remaja untuk dijadikan korban trafficking, minimal kegandrungan re-
maja untuk memanfaatkan TI dan berselancar di dunia maya, juga akan
berdampak kontraproduktif bagi kondisi ekonomi dan kegiatan belajar
remaja di sekolah. Bahkan, dari segi psikologis, keterlibatan remaja urban
364

