Page 45 - index
P. 45
BAB 22 • MASYARAKAT INFORMASI DAN NET GENERATION ...
ration tumbuh besar dalam konteks akselerasi perkembangan teknologi
informasi yang luar biasa cepat.
Kelompok remaja urban di era abad ke-21 pada dasarnya merupakan
bagian dari generasi SMS, generasi virtual atau disebut juga net genera-
tion yang sering kali lebih banyak menghabiskan untuk menggunakan
handphone, berhadapan dengan komputer, memakai iPod dan iPad, dan
berinternet daripada kegiatan sehari-hari yang lain. Berkomunikasi dengan
handphone atau smartphone dan berinternet dengan jejaring facebook,
twitter atau yang lain sering kali menjadi aktivitas yang menarik, serta
menghabiskan waktu berjam-jam, dan bahkan melebihi waktu yang me-
reka habiskan untuk menonton televisi, tidur, atau bermain dengan peer
group-nya. Di kalangan remaja urban, tanpa harus dibatasi kelas sosial,
nyaris semua dari mereka kini telah memiliki handphone, laptop, dan
PRENADAMEDIA GROUP
terbiasa untuk menjalin komunikasi lintas wilayah dengan komunitas
cyberspace, bahkan lintas benua melalui internet.
Berselancar di dunia maya merupakan kehidupan dan aktivitas rutin
yang biasa dilakukan remaja urban, baik ketika mereka berada di sekolah,
belajar di rumah atau ketika jalan-jalan ke mal. Paul Klimsa, dkk., (2006),
yang melakukan studi di sejumlah negara, menemukan bahwa remaja di
Jerman, Polandia, Peru, dan Indonesia merupakan generasi SMS. Disebut
demikian, karena remaja di sejumlah negara ini sering kali menggunakan
handphone untuk mengirim dan menerima SMS dari teman-teman dan
orang lain. Di kalangan remaja urban, penggunaan SMS sangat menonjol,
karena selain lebih murah, juga menjadi alternatif pengisi waktu seng-
gang yang menyenangkan (lihat: Klimsa et.al., 2006). Menyapa teman
melalui SMS dan memberikan informasi lain yang perlu melalui SMS
adalah aktivitas yang menyenangkan bagi remaja, karena di mana pun
mereka berada, mereka tidak akan pernah kesepian sepanjang dalam
genggaman tangannya ada handphone, atau di hadapannya ada laptop
yang bisa dimanfaatkan untuk chatting dan berselancar di dunia maya.
Sementara itu, studi yang dilakukan Sheri P. Walsh, dkk., (2007)
di Australia, menemukan bahwa remaja di Australia cenderung makin
adiktif dalam penggunaan handphone (lihat: Walsh et al., 2007). Hal ini
terlihat, terutama dari kenaikan jumlah biaya pulsa yang harus mereka
atau orangtuanya bayar setiap bulannya karena penggunaan handphone
yang berlebihan. Di kalangan remaja di Australia, mereka menggunakan
handphone untuk berSMS atau menelepon, karena mereka merasa perlu
terus menjalin interaksi sosial dengan peer group-nya. Setiap waktu, remaja
di Australia biasanya selalu menyempatkan untuk melihat hand phone
miliknya untuk mengecek apakah ada SMS atau telepon yang masuk.
Biasanya di saat senggang mereka akan memanfaatkan waktu untuk
359

