Page 51 - index
P. 51
BAB 22 • MASYARAKAT INFORMASI DAN NET GENERATION ...
dalam penggunaan internet yang berlebihan, juga ditengarai akan bisa
menimbulkan pengaruh negatif, terutama ketika remaja memanfaatkan
intenet untuk me-nelusuri informasi-informasi yang seharusnya bukan
untuk kepen-tingan dan sesuai dengan usia mereka.
Chaterine Chak (2003), misalnya dari hasil studi yang dilakukan
menemukan bahwa penggunaan internet di kalangan remaja cenderung
berisiko tinggi, sebab biasanya selain untuk bermain game, menelusuri
informasi dan chatting, juga tak jarang internet dimanfaatkan remaja
untuk mengakses situs porno dan melakukan sex talk. Tidak sedikit
remaja juga kecanduan untuk terus mengakses situs porno, ketika tidak
ada kontrol dari orangtuanya.
Chaterine Chak juga menuturkan bahwa tidak sedikit orangtua pri-
hatin terhadap meluasnya penggunaan handphone dan internet, sebab
PRENADAMEDIA GROUP
anak-anak mereka menjadi lebih sering bolos, dan lebih banyak meng-
habiskan waktu untuk bermain game. Anak-anak mereka tidak sedikit
yang berubah. Jika dahulunya anaknya rajin, cerdas, selalu gembira,
sejak mereka kecanduan internet, maka tanpa disadari mereka sekarang
berubah menjadi pendiam, soliter, dan menutup diri.
Kehadiran facebook dan media berkomunikasi di dunia maya yang
dramatis dalam dua-tiga tahun terakhir, mungkin benar telah membuka
belenggu isolasi dan menjadikan wawasan dan jaringan sosial kaum remaja
makin luas. Namun di saat yang sama tawaran keterbukaan informasi itu
ternyata juga menyebabkan kaum remaja yang tak siap menjadi rentan
terperdaya. Kisah yang dialami sejumlah remaja putri di beberapa dae-
rah di Indonesia yang telah diberitakan kehilangan kesuciannya akibat
terperdaya lelaki muda yang dikenalnya lewat facebook merupakan salah
satu contoh betapa berisikonya kehadiran facebook ketika anak-anak
kita tidak siap mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.
Di media massa, kita bisa melihat sejumlah contoh kasus tentang
efek samping kehadiran facebook. Di Surabaya, belum lama ini juga
berhasil dibongkar adanya kasus perdagangan dan pelacuran anak yang
pemasarannya menggunakan jalur on line facebook. Di beberapa daerah
lain, juga dilaporkan adanya remaja putri yang menghilang, minggat dari
rumah akibat kecantol lelaki idola yang dikenalnya. Berbeda deangan
kontak-kontak langsung secara personal, di mana masing-masing pihak
yang berinteraksi tahu persis sejarah dan latar belakang lawan bicaranya,
kontak yang terbangun di dunia maya sering kali berlangsung penuh
kemasan seperti dunia simulacra. Jean Baudrillard menyatakan bahwa
simulasi adalah sebuah realitas semu yang tidak selalu identik deangan
realitas yang nyata (lihat: Baudrillard, 1983: 1-10).
Di dunia maya, lewat facebook seseorang dapat memperkenalkan
365

