Page 30 - index
P. 30
SOSIOLOGI: TEKS PENGANTAR DAN TERAPAN
perangkat teknologi produksi atau mesin sangat mendominasi, dan ritme
kehidupan masyarakat umumnya dipacu secara mekanis. Keberadaan
tenaga manual yang harus bersaing dengan teknologi modern, menye-
babkan ritme kehidupan masyarakat lantas lebih sering menyesuaikan
diri dengan irama mesin daripada irama kehidupan manusia itu sendiri.
Di era masyarakat industrial, penemuan energi dan mesin-mesin telah
menggantikan kekuatan otot, dan kehadiran listrik yang merupakan dasar
bagi produktivitas ialah tanda dari masyarakat industri. Di masyarakat
industri, keahlian diuraikan ke dalam komponen-komponen yang lebih
sederhana, yaitu ahli teknik, yang bertanggung jawab atas tata letak dan
aliran kerja, serta pekerja setengah ahli. Dalam proses perkembangan
masyarakat industri, bukan tidak mungkin di satu titik tertentu, kehadir-
an mesin yang diciptakan manusia nantinya justru akan menggantikan
PRENADAMEDIA GROUP
diri manusia, karena dirasakan lebih produktif dan tak berperasaan. Di
masyarakat industrial, sering terjadi manusia lantas hanya diperlakukan
sebagai “benda”, sehingga tak jarang terjadi apa yang disebut Karl Marx
sebagai proses eksploitasi dan alienasi.
Ketiga, masyarakat pasca-industri atau post-industrial. Masyarakat
yang disebut Bell sebagai masyarakat informasi ini umumnya didasarkan
pada jasa pelayanan dan keahlian profesional. Berbeda dengan kaum
petani dan buruh yang hanya mengandalkan pada kekuatan otot secara
manual, di era masyarakat post-industrial, aktivitas perekonomian dan
bahkan kehidupan sosial-politik umumnya banyak dipengaruhi bukan
hanya energi, tetapi juga informasi. Pelaku utamanya disebut kaum pro-
fesional, karena mereka dalam bekerja berbekal dan dilengkapi dengan
pendidikan dan kepelatihannya, sehingga memperoleh jenis keahlian
yang semakin dibutuhkan dalam masyarakat pasca-industri.
Berbeda dengan masyarakat industri yang ditandai dengan kuantitas
barang sebagai tanda dari standar kehidupan, maka masyarakat pasca-
industri ditandai dengan kualitas kehidupan yang diukur oleh jasa dan
kesejahteraan—kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan seni—yang sekarang
memang dikehendaki dan menjadi dambaan bagi siapa saja. Menurut
Daniel Bell, dalam transformasi masyarakat industri menuju pasca-indus-
tri, terdapat beberapa tahapan berbeda. Pertama, dalam perkembangan
dasar masyarakat industri terdapat perluasan transportasi dan utilitas
umum yang diperlukan sebagai jasa tambahan di dalam menggerakkan
barang serta semakin bertambah besarnya penggunaan energi, dan
adanya peningkatan pada nonmanufaktur tetapi masih membutuhkan
pekerja kasar. Kedua, dalam konsumsi massal terhadap barang dan
pertumbuhan populasi, terdapat peningkatan pada distribusi berbagai
produk, baik berskala besar maupun retail, dan keuangan, real-estate,
344

