Page 26 - index
P. 26

SOSIOLOGI: TEKS PENGANTAR DAN TERAPAN


                 dan Amerika Serikat, misalnya masyarakat informasi dipromosikan se-
                 bagai suatu visi abad ke-21 yang oleh para pembuat kebijakan digunakan
                 sebagai pedoman dalam me ngembangkan sektor informasi pada pere-
                 konomian tingkat lokal, re gional, dan nasional. Pada 1990-an, Amerika
                 Serikat dan negara-negara maju lainnya mulai meluncurkan program
                 pengembangan infrastruktur informasi modern atau apa yang disebut
                 sebagai information super highway yang sebenarnya dilandasi pada visi
                 ini (Kuper & Kuper, 2000).
                    Sebagai sebuah terminologi, masyarakat informasi sesungguhnya
                 adalah konsep yang mulai muncul dan digunakan sejak 1970-an untuk
                 merujuk pada berbagai perubahan sosial dan ekonomi yang terkait de-
                 ngan meningkatnya dampak dan peran teknologi informasi. Konsep ini
                 menonjolkan peran yang dimainkan oleh teknologi informasi di dalam
                         PRENADAMEDIA GROUP
                 segala bidang serta kehidupan sehari-hari masyarakat. Di era post-
                 industrial, nyaris tidak ada aspek kehidupan manusia yang lepas dari
                 kehadiran teknologi informasi. Kehadiran televisi, handphone, komputer,
                 dan internet merupakan berbagai perangkat teknologi informasi yang
                 dengan cepat mengubah pola kehidupan dan gaya hidup masyarakat.
                    Konsep tentang masyarakat informasi, pada awalnya dikembang-
                 kan oleh Daniel Bell pada awal 1970-an melalui prediksinya ketika itu
                 tentang masyarakat pascaindustri (post-industrial society). Daniel Bell
                 (1977), disebut-sebut sebagai ahli sosiologi pertama yang mengkaji
                 dampak sosial dari perkembangan media komunikasi digital. Menurut
                 Bell, ada dua indikasi utama dari perkembangan masyarakat pasca-
                 industri, yakni penemuan miniatur sirkuit elektronik dan optikal yang
                 mampu mempercepat arus informasi melalui jaringan, serta integrasi
                 dari proses komputer dan telekomunikasi ke dalam teknologi terpadu
                 yang disebut dengan istilah “komunikasi” (Cabin & Dortier (eds.), 2004:
                 149-158). Sementara itu, generasi kedua Mazhab Frankfurt, yang dipelo-
                 pori Jurgen Habermas juga telah jauh-jauh hari mempersoalkan dampak
                 dari perubahan TI pada bidang politik dan integritas masyarakat madani
                 (lihat: McCarthy, 2006).
                    Ahli lain yang mengkaji seluk-beluk dan dampak perkembangan TI
                 ialah Manuel Castells. Menurut Castells saat ini dunia sedang memasuki
                 “zaman informasi” di mana berbagai kemajuan teknologi informasi digital
                 telah “menyediakan dasar materi” bagi “perluasan pervasive” dari apa yang
                 ia sebut “bentuk jejaring dari organisasi” dalam setiap keadaan struktur
                 sosial. Menurut Castells, integrasi internet ke dalam dunia kehidupan
                 telah menciptakan bentuk baru identitas dan ketidaksetaraan, menja-
                 dikan kekuasaan bagian dari arus desentralisasi, sekaligus melahirkan
                 bentuk-bentuk baru organisasi sosial (lihat: Castells, 2000).


                 340
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31