Page 34 - index
P. 34

SOSIOLOGI: TEKS PENGANTAR DAN TERAPAN


                 C.  ARTI PENTING INFORMASI PADA MASYARAKAT
                    PASCA-INDUSTRI
                    Selain pergeseran okupasi, kecenderungan lain yang mengiringi
                 munculnya masyarakat pasca-industri di Amerika dan di berbagai belahan
                 dunia yang lain ialah meningkatnya arti penting pengetahuan termasuk
                 informasi dan pengetahuan teoretis serta metodologis dan kodifikasinya
                 yang menjelma dalam manajemen institusi sosial dan ekonomi. Dalam
                 masyarakat pasca-industri yang terpenting yaitu penyusunan prediksi,
                 perencanaan, dan pengelolaan organisasi. Lebih jauh, menurut Bell,
                 kompleksitas dan besarnya skala sistem-sistem sosial dan ekonomi me-
                 nuntut adanya perencanaan dan peramalan sistematik yang lebih baik
                 yang tidak bisa lagi diperoleh dari survei dan eksperimen biasa, tetapi
                         PRENADAMEDIA GROUP
                 perlu didukung oleh pengelolaan dan pengolahan informasi yang akurat
                 dan senantiasa up to date (Kuper & Kuper, 2000).
                    Meski Bell mengemukakan prediksi perkembangan masyarakat
                 hanya dengan berbasis pada data sekunder pergeseran okupasi di ma-
                 syarakat, namun demikian Bell dengan tegas berani menyatakan bahwa
                 perkembangan berbagai pekerjaan di bidang jasa informasi yakni bukti
                 yang kuat, yang menunjukkan bahwa masyarakat pasca-industri tak
                 pelak yaitu identik dengan masyarakat informasi (Bell, 1976), sehingga
                 “ekonomi jasa pelayanan” menandakan tibanya era pasca-industrialisme.
                    Di atas telah dipaparkan bahwa di setiap tahapan perkembangan
                 masyarakat, telah muncul karakter kehidupan dalam epos yang berbeda.
                 Dalam masyarakat pra-industri, kehidupan merupakan “permainan ter-
                 hadap alam” di mana orang bekerja dengan lebih banyak mengandalkan
                 kekuatan ototnya. Sementara dalam  era industri, di  mana  kehadiran
                 “mesin mendominasi” dalam wujud “teknik dan rasionalisasi”, kehidupan
                 merupakan “permainan terhadap alam fabrikasi”. Berlawanan dengan
                 keduanya ini, kehidupan dalam masyarakat pasca-industri yang didasar-
                 kan pada jasa pelayanan, yang terjadi ialah permainan antarmanusia, di
                 mana apa yang penting bukanlah kekuatan otot atau tenaga, melainkan
                 informasi (Bell, 1976).
                    Dengan kata lain, ketika orang berjuang untuk hidup dari lahan tanah
                 dan tergantung pada cara-cara tradisional untuk bekerja (pra-industrialis-
                 me), dan kemudian orang terikat dengan mesin produksi (industrialisme),
                 dengan kemunculan masyarakat jasa pelayanan/pasca-industri, maka
                 mayoritas materi pekerjaan umumnya yaitu berkaitan dengan informasi,
                 termasuk bagaimana mengelola dan mengolah informasi untuk kepen-
                 tingan kehidupan sosial, ekonomi maupun politik.
                    Dalam konteks hubungan dan interaksi antarmanusia, termasuk
                 kompetisi yang berlangsung antarmereka, informasi merupakan sumber


                 348
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39