Page 27 - index
P. 27
BAB 22 • MASYARAKAT INFORMASI DAN NET GENERATION ...
Castells (1996) menyatakan bahwa di era revolusi informasi, selain
ditandai dengan perkembangan TI yang luar bisa canggih, juga mun-
cul apa yang ia sebut sebagai kebudayaan virtual riil, yaitu satu sistem
sosial budaya baru di mana realitas itu sendiri sepenuhnya tercakup,
sepenuhnya masuk dalam setting citra maya, di dunia fantasi, yang di
dalamnya tampilan tidak hanya ada di layar tempat dikomunikasikannya
pengalaman, namun mereka menjadi pengalaman itu sendiri (Ritzer &
Goodman, 2008: 632). Masyarakat yang semula berinteraksi dalam ruang
yang nyata dan bertatapmuka, dengan kehadiran internet mereka kini bisa
berinteraksi dengan siapa pun, tanpa dibatasi nilai dan norma, sehingga
di kalangan warga masyarakat yang mengembangkan hubungan dalam
jejaring komputer, tak pelak mereka pun tumbuh dengan subkulturnya
yang khas—yang berbeda dengan masyarkat konvensional.
PRENADAMEDIA GROUP
Di era masyarakat pasca-industri, realitas sosial bahkan boleh dibi-
lang telah mati, untuk kemudian diambil alih oleh realitas-realitas yang
bersifat virtual, realitas cyberspace. Dunia baru yang dimediasi oleh
hadirnya teknologi infomasi yang makin maju dan supercanggih telah
melahirkan hal-hal yang serba virtual: kebudayaan virtual dan komunitas
virtual (virtual community). Seperti dikatakan Yasraf Amir Piliang (2004),
bahwa di era revolusi informasi, masyarakat memang masih berinteraksi
satu dengan yang lain, tetapi kini tidak lagi dalam komunitas yang nyata,
melainkan di dalam komunitas virtual (Piliang, 2004: 64). Internet sebagai
satu bentuk jaringan komunikasi dan informasi global telah menawarkan
bentuk-bentuk komunitas sendiri (virtual community), bentuk realitas-
nya sendiri (virtual reality), dan bentuk ruangnya sendiri (cyberspace).
Community of online fan merupakan sebuah komunitas khas yang
menjadi bagian dari virtual community atau komunitas cyberspace. Lebih
dari sekadar sekelompok orang yang tergila-gila dan menjadi penggemar
fanatik dunia maya, Community of online fan biasanya telah berkembang
sebagai komunitas yang saling berinteraksi melalui jejaring internet, me-
ngembangkan subkultur tersendiri yang khas, dan berkomunikasi dengan
intensif meski mereka mungkin tidak pernah bertemu di dunia nyata
layaknya orang yang memiliki hubungan personal. Kelahiran Community
of online fan adalah implikasi dari perkembangan komunitas cyberspace
yang merupakan kebutuhan sosial psikologis masyarakat modern tatkala
mereka merasa makin teralienasi di tengah kehidupan kota modern yang
serba kontraktual dan anomi.
341

